Kandang ayam porak poranda setelah diterjang angin piting beliung (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Bencana angin puting beliung kembali menerjang tiga desa yakni Desa Terlangu, Pemaron dan Kalimati di Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 05 Januari 2012 sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sebelumnya bencana tersebut memporak porandakan sekitar 200 rumah warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pecan kemarin.
Dari pantauan PanturaNews dilokasi kejadian, terdapat puluhan rumah warga di tiga desa tersebut kondisinya porak poranda. Empat rumah diantaranya milik warga Desa Pemaron, kondisinya rusak parah karena disamping tertimpa pohon besar, juga terkena pusaran angin kencang yang melanda wilayahnya.
Disamping memporak porandakan puluhan rumah warga, bencana juga nyaris merobohkan tiga penyangga tiang listrik. Bahkan di Desa Kalimati, terdapat lima kandang ternak ayam milik warga roboh. Akibatnya, ratusan ayam boyler berumur 13 hari itu, mati tertimpa reruntuhan kandang ayam.
Marwan, salah seorang warga Desa Pemaron, yang rumahnya terkena angin puting beliung mangatakan, terjangan angin puting beliung yang melanda wilayahnya ini berlangsung cukup cepat.
Angin kencang dari arah selatan ini disertai dengan hujan deras. Namun, warga yang tidak tahu bencana ini, ada yang mengatakan kiamat dan ada juga yang mengatakan tsunami.
"Ada puluhan rumah di empat RT di desa kami yang terkena terjangan. Diantaranya di RT 01 RW 03, RT 03 RW 07, RT 03 RW 04 dan RT 01 RW 04. Dan empat rumah milik warga, kondisinya rusak berat," ujar Marwan.
Semantara, Narto, seorang pemilik kandang ternak ayam boyler, saat dikonfirmasi mengatakan, terdapat lima kandang ternak ayam milik warga yang roboh akibat terkena puting beliung. Dua kandang diantaranya milik sendiri.
Menurutnya, dari dua kandang miliknya yang roboh tersebut terdapat 6000 ekor ayam boyler. Dari jumlah tersebut terdapat ratusan ekor ayam boyler yang sudah dievakuasi dalam kondisi mati.
"Saat ini, kami dibantu pekerja masih mengevakuasi ribuan ternak ayam boyler yang mati," tuturnya.
Diakuinya, akibat bencana tersebut kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, warga yang rumahnya porakporanda akibat terjangan puting beliung masih mengevakuasinya.