Anggota DPRD Kota Tegal, Rofii Ali
PanturaNews (Tegal) - Pedagang pasar Bandung Kimpling, Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan sempitnya fasilitas lahan untuk kegiatan bongkar muat barang dan penutupan pasar saat malam hari. Bahkan pedagang juga minta, agar petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal jangan asal gusur.
Demikian dikatakan anggota DPRD Kota Tegal, Rofii Ali, S.si, Jum’at 30 Desember 2011.
Menurut Rofi'i, sesuai hasil penjaringan aspirasi melalui reses belum lama ini, ada beberapa keluhan dari pedagang pasar Bandung Kimpling. Antara lain, pedagang meminta kepada Bagian Pasar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan agar pagar pasar bagian tengah dibuka, sehingga memudahkan bongkar muat barang dan mempercepat mobilitas pembeli keluar masuk pasar.
Selain itu, pedagang yang berada di halaman pasar minta diberi kelonggaran, untuk menggelar dagangannya dan meminta tidak dibubarkan oleh petugas. Selanjutnya, para pemilik kios pasar meminta agar pagar pasar kalau malam tidak digembok, sehingga mereka ketika malam hari masih bisa berjualan.
"Karena ini sangat prinsip, terkait ekonomi masyarakat kecil. Apalagi pada tahun 2012 bakal dicanangkan program Tegal Bisnis, maka kami minta Pemkot melalui dinas untuk merespon dan menindak lanjuti aspirasi ini," kata Rofi'i.
Lebih jauh dikatakan, sedangkan keluhan dari warga Kelurahan Tunon, yakni soal PDAM harus bertanggungjawab terhadap pemasangan instatalasi PDAM kerumah warga yang telah membayar biaya pemasangan instalasi PADM. Selain itu, warga Tegal Selatan menuntut adanya SLTA/SMA Negeri di Kecamatan Tegal Selatan.
"Hal lain yang menarik, dan harus ditindak lanjuti Pemkot. Yakni, soal masalah persampahan di Kelurahan Randugunting agar bisa segera ditangani dengan baik, mereka meminta pemerintah mengadakan bak sampah dan menambah jumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) agar warga tidak buang sampah disungai," tegasnya.