Rabu, 28/12/2011, 08:15:58
Konstituen PKB Tidak Perlu Risaukan Biaya e-KTP
JAY-Riyanto Jayeng

Ketua DPC PKB Kota Tegal, Ansori Azizi

PanturaNews (Tegal) - Konstituen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tegal, Jawa Tengah, diminta tidak perlu merisaukan pembebanan biaya pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP yang diberlakukan Pemkot Tegal setelah tahun 2012.

Pasalnya, biaya pembuatan e-KTP itu akan dibebankan kepada partai. Hal itu disampaikan Ketua DPC PKB Kota Tegal, Ansori Azizi dalam acara jarring aspirasi masyarakat masa reses DPRD di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Tegal Selatan, Rabu 28 Desember 2011.

“Untuk pembuatan e-KTP pada tahun 2012 itu memang gratis secara keseluruhan. E-KTP itu berlaku selama 5 tahun.  Dan pada pembuatan e-KTP periode selanjutnya, warga dibebani biaya pembuatan sebesar Rp 35 ribu. Namun bagi warga PKB tidak perlu khawatir, karena partai akan menanggung semua pembebanan biaya pembuatan e-KTP itu,” kata Ansori.

Menurut Ansori, selain itu, fasilitas gratis juga akan diberikan kepada warga PKB yang hendak mengurus pembuatan Kartu Keluarga maupun kepengurusan surat-surat lainnya yang berkaitan dengan kependudukan demi peningkatan taraf hidup sosial kemasyarakatan.

Menanggapi pertanyaan warga seputar lemahnya tingkat pembangunan di wilayah Tegal Selatan, Ansori mengatakan, akan segera melakukan rapat koordinasi bersama anggota DPRD lainnya untuk membahas lambannya kemajuan pembangunan tersebut.

Sedangkan terkait dengan penataan saluran, pembenahan jalan umum, pemerataan lampu penerangan jalan yang selama ini menjadi keluhan warga, akan ditampung dan menjadi kajian utama dalam pembahasan dengan komisi yang terkait. “Tentunya kami butuh detail jalan mana saja yang perlu ada pembenahan, saluran mana saja yang perlu dinormalisasi kembali dan hal itu akan kami bicarakan dengan dinas teknis yang menanganinya dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ujarnya.

Dalam acara reses itu, sebagian warga juga menanyakan tentang upaya Pemkot Tegal dalam pengendalian harga komoditi bawang merah serta permodalan dan pemasaran karya batik tulis yang sebagian besar menjadi mata pencaharian kaum wanita di Kelurahan Kalinyamat Wetan dan sekitarnya.

“Prinsipnya semua aspirasi yang masuk akan kami kaji lebih mendalam bersama anggota Fraksi lainnya serta dikoordinasikan dengan Komisi di DPRD yang membidanginya,” tegas Ansori.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita