Jembatan Plompong putus setelah salah satu pondasi terkikis arus sungai (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, H. Agung Widyantoro SH MSi memerintahkan Wakil Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti AMd untuk mengambil langkah tanggap darurat terhadap runtuhnya jembatan Plompong Sungai Keruh Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Senin 05 Desember 2011 sekitar pukul 07.00 WIB.
Selain kepada wakilnya, Bupati juga meminta kepada Asisten I Setda Brebes, Drs. HM. Supriyono dan Kepala Kesatuan Kebangsaan Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) setempat, Drs. H. Rais Khana yang juga selaku Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk bisa menindak lanjutinya agar sekitar ribuan warga yang terisolir dapat segera terbantu.
"Kami meminta agar wakil Bupati, Hj. Idza Priyanti dan Asisten I setda Drs. HM. Supriyono dan Kepala Kesbangpolinmas, Drs.H. Rais Khana dapat segera mengambil langkah tanggap darurat atas runtuhnya jembatan Plompong, sehingga warga desa setempat dapat terbantu," ujar Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro, Senin 05 Desember 2011.
Menurutnya, sebagai upaya awal atas runtuhnya jembatan tersebut akan ditangani darurat oleh pihak UPTD DPU Kecamatan Sirampog.
"Kalau perbaikan land hope harus diangkat diatas. Juga harus ada normalisasi arus ke pedesaan," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, jembatan yang melintang di atas Sungai Keruh itu putus, setelah pasangan abutmen sebelah utara hancur bersamaan dengan ambrolnya kedua sayapnya. Lantai jembatan yang terbuat dari plat besi juga runtuh ke dasar sungai.
Kepala Desa Plompong, Ikhya Uluudin SPdI mengatakan, putusnya jembatan Plompong mengakibatkan warganya mengalami kesulitan transportasi. Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses menuju ke pusat pemerintahan kecamatan dan juga menuju ke pasar.
"Warga kami kini terisolir, tidak ada jalan lain, kecuali harus memutar melewati Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Bumiayu yang jauhnya puluhan kilometer," ujarnya.