Petani Desa Manggis serius mengikuti SLI (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Petani di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilatih untuk bisa mengetahui kondisi tanah dan perubahan iklim. Pelatihan itu diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Brebes, melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan diikuti oleh 25 peserta.
"SLI di Manggis ini kami mengajak kepada petani untuk mengetahui perubahan iklim dan juga kondisi tanah," kata H Jajri, Koordinator Program Pertanian Kecamatan Sirampog, Kamis 03 Nopember 2011 siang.
Menurut Jajri, tujuan SLI yang dilaksanakan di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Manggis itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani, seiring dengan terjadi perubahan iklim akibat pemanasan global. "Pemanasan global berdampak pada perubahan iklim dan itu telah mengakibatkan kerugian bagi petani yang dalam bercocoktanam tidak menyesuaikannya," tuturnya.
Dikatakan, dalam pelatihan tersebut petani diberi pengetahuan cara mengetahui ciri-ciri musim hujan dan kemarau. Petani juga dilatih untuk bisa mengetahui kondisi tanah lahan pertaniannya. "Tujuannya agar petani bisa memilih jenis tanaman yang cocok untuk dibudidayakan sesuai dengan kondisi tanahnya," ucap Jajri.
Sering terjadi, lanjut Jajri, petani mengalami kerugian karena tanamannya tidak membuahkan hasil. Lantaran tanaman petani tersebut tidak cocok dengan kondisi tanahnya. "Kondisi tanah akan sangat berpengaruh pada pertumbuhannya," ujarnya.
Melalui SLI itu petani juga diajari bagaiman meningkatkanunsur hara tanah dan juga membuat pupuk dan pestisida hayati yang ramah lingkungan. Petani juga diajak untuk meninggalkan kebiasan yang bisa merugikan dalam mengolah lahannya, seperti membakar batang padi di sawah. "Batang padi setelah panen biasanya dibakar oleh petani, kini kebiasaan itu harus ditinggalkan dengan mengolahnya menjadi kompos yang akan meningkatkan kesuburan tanah," terang Jajri.
SLI yang dilaksanakan selama 12 kali pertemuan ini menghadirkan dua pembimbing. Yakni H Jajri sendiri dan Setiono, petugas penyuluh pertanian Kecamatan Sirampog. Setiap kali pertemuan peserta SLI mendapat uang saku dan juga makan siang.