Selasa, 01/11/2011, 16:35:46
3 Investor Pengembangan Pelabuhan Niaga Mundur
JAY-Riyanto Jayeng

Pelabuhan Tegal

PanturaNews (Tegal) - Tiga investor pengembang pelabuhan niaga Kota Tegal, Jawa Tengah, yakni investor dari Jakarta, Dubai dan Cina menyatakan batal. Hal itu disampaikan Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak, Selasa 01 November 2011.Menurut walikota, pada proses awal ketiga investor tersebut sebenarnya telah melakukan survai  ke lokasi yang akan dibangun pelabuhan niaga.

“Dalam proses koordinasi ternyata ada perubahan aturan dari pemerintah pusat. Yakni, untuk pengelolaan pelabuhan masih menjadi wewenang penuh dari Pelindo.

Selain itu, pemerintah daerah juga tidak bisa sebagai pelaksana atau operator pelabuhan. Karenanya, ketiga investor itu menyatakan batal,” ujar Ikmal.

Padahal, pihaknya sangat berharap dengan adanya pelabuhan niaga seluruh aktifitas angkutan barang melalui jalur laut antar kota maupun antar provinsi, akan melewati pelabuhan di Kota Tegal, sehingga Kota Tegal akan menjadi salah satu daerah tujuan dan bisa mengembalikan kejayaan pelabuhan yang selama ini terkesan seperti mati suri.

Terkait hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal, H Wardjo Raharjo mengatakan, dari hasil kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu ke Pemkab Bekasi, ternyata pembangunan pelabuhan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, serta penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan.

Wardjo yang juga merupakan Ketua Himpunan Masyarakat Maritim Tegal (Hikmat) mengemukakan, pelabuhan di Bekasi bisa ramai karena adanya limpahan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam proses pembangunannya, Pemkab Bekasi bekerjasama dengan investor. Dari investor kemudian melakukan survai dan pembebasan lahan.

Sementara, Pemkab Bekasi menyerahkan lahan kepada investor dan kemudian investor menyewa lahan yang digunakan untuk pelabuhan. Selain itu, juga meminta retribusi setiap kontainer yang masuk ke pelabuhan.

 

Pihaknya meminta kepada Pemkot untuk segera membentuk lembaga yang menangani masalah perhubungan laut. Hal itu, dimaksudkan agar dalam proses penganggaran ada kejelasan. Pasalnya, dengan adanya Pelabuhan Niaga akan memberikan dampak sangat luas, termasuk untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita