Para mahasiswa Unnes tiba di Bumiayu untuk melaksanakan KKN selama 45 hari (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 54 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) tiba di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 31 Oktober 2011 sore. Kedatangan mahasiswa program kependidikan ini untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) di 12 desa yang ada di kecamatan tersebut.
"Untuk Kecamatan Bumiayu ini diterjunkan 54 mahasiswa untuk melaksanakan KKN Tematik PBA selama 45 hari," kata Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi, Muhammad Khafid yang mewakili Rektor Unnes, saat acara penyerahan yang digelar di Aula Kecamatan Bumiayu.
Menurut Khafid, target dari KKN Tematik PBA ini setiap satu mahasiswa bisa menjadikan 10 orang yang buta aksara bisa membaca. Sehingga diharapkan sampai akhir masa KKN nanti bisa mencapai target 540 orang tuntas buta aksara. "Targetnya satu mahasiswa bisa menuntaskan PBA minimal 10 orang," ujarnya.
Agar taget itu bisa tercapai diharapkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah desa dan kecamatan. Kepada para mahasiswa peserta KKN juga diminta untuk konsen pada tugasnya dan bisa menyesuaikan dengan kondisi budaya dan adat istiadat setempat. "Perlu dukungan dari semua pihak dan penyesuaian dari mahasiswa agar target bisa tercapai," tutur Khafid.
Sementara itu, Camat Bumiayu, Wahono SH yang menyambut dan menerima kedatangan mahasiswa mengatakan, kehadiran peserta KKN diharapakan bisa membantu pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakatnya utamanya untuk penuntasan buta aksara. "Terwujud PBA dengan bantuan dari mahasiswa ini nanti akan sangat bermanfaat, terutama dalam peningkatan SDM," katanya.
Dikatakan, dari 54 mahasiswa peserta KKN itu akan ditempatkan di 12 desa dari 15 desa yang ada di Kecamatan Bumiayu. Diharapkan sampai 45 hari kedepan program KKN bisa berjalan lancar dan bisa tercapai target. "Diharapkan target bisa tercapai, untuk itu kami minta para peserta KKN untuk bisa menyesuaikan kondisi desa, baik etika maupun adat istiadat dan budayanya," pungkasnya.