Demo Front Aksi Mahasiswa dan Pemuda Brebes di Alun-alun Brebes. (Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011, ratusan orang yang mengatasnamakan diri Front Aksi Mahasiswa dan Pemuda Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa di Alun-alun Brebes, Kamis 27 Oktober 2011.
Mereka menuntut kepada penegak hukum agar dua kasus besar yang diduga melibatkan Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH M.Si, yakni kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Banjaratma, dan kasus dana lestari pramuka Kabupaten Brebes untuk segera dituntaskan. Peserta demo menggunakan topeng wajah Agung Widyantoro, serta mengusung boneka pocong.
Nampak dalam aksi demo yang diikuti oleh Gerakan Mahasiwa Nasional (GMNI) Brebes, PC. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KPMDB Yogyakarta, Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Pemuda Nelayan Brebes, Gema Keadilan Brebes, Komunitas Tenaga Angkatan Kerja (Kontak), Pemuda Rakyat Brebes, Komunitas Scooter Independen Brebes (KSIB), BEM STIT Brebes, Komunitas Muda Musik Brebes, Komunitas Santri Al-Anwar dan Pemuda Gusdurian serta Universitas Terinal Jalanan (UTJ) tersebut, juga menggelar aksi treatikal dengan membawa jenazah dengan bertopeng Bupati.
Koordinator aksi dari LSM Gebrak Kabupaten Brebes, Darwanto, mengatakan aksi yang dilakukannya tersebut menuntut kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, agar segera melakukan penyidikan dan penahanan terhadap pejabat siapapun yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Banjaratma.
Kemudian kepada Polres Brebes yang menangani kasus dugaan korupsi dana lestari pramuka sebesar Rp 1,1 miliar, juga untuk segera ditangani sampai tuntas, sehingga pelaku yang terlibat bisa segera diseret ke Pengadilan. Selain itu, ia juga mendesak kepada pimpinan yang melakukan korupsi untuk segera mundur dari jabatannya.
Selain melakukan aksi di Alun-alun Brebes, kini para pengunjuk rasa juga melakukan aksinya di halaman Kantor Bupati, Mapolres Brebes dan gedung DPRD Brebes.