Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Akibat kerusakan saluran irigasi, ratusan hektar tanaman padi di Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, mengalami puso alias gagal panen. Kondisi itu membuat petani di desa tersebut mengalami kerugian cukup besar.
Kepala Desa Kaliloka, Johan Arifin mengatakan, luas lahan pertanian di desanya sebanyak 190 hektar dan yang mengalami gagal panen sebanyak 147 hektar. Yakni, 87 hektar ada di Dukuh Manggis dan 60 hektar ada di Dukuh Kaliloka dan Mlengseng.
"Gagal panen akibat kekurangan air setelah saluran irigasi yang mengaliri kebutuhan airnya rusak," katanya kepada PanturaNews.Com, Jumat 24 Juni 2011 siang.
Menurutnya, saluran irigasi Simping yang mengaliri lahan pertanian seluas 87 hektar dan saluran irigasi Bulu yang mengaliri lahan seluas 60 hektar telah lama mengalami kerusakan. Padahal dua saluran irigasi itu sangat vital untuk memnuhi kebutuhan air. "Sebelumnya petani mengandalkan air hujan, tapi sekarang memasuki musim kemarau, sehingga lahan mengalami kekeringan dan gagal panen," tutur Johan.
Dikatakan, saluran irigasi Simping dan Bulu masing mengalami kerusakan sepanjang lebih dari 500 meter. Keduanya rusak akibat bencana alam yang terjadi beberapa tahun yang lalu dan belum dilakukan perbaikan meski telah dilaporkan ke Pemkab Brebes. "Laporan dan proposal permohonan perbaikan sudah berkali-kali, bahkan tiap tahun juga menjadi prioritas usulan lewat Musrenbang," ungkap Johan.
Diperkirakan untuk perbaikan dua saluran irigasi tersebut membutuhkan anggaran milyaran rupiyah, sehingga warga petani sangat mengharapkan adanya perhatian dari Pemkab Brebes.
Sementara itu, salah satu warga petani, Mukhson (50) mengatakan, kerugian petani akibat gagal panen mencapai sekitar Rp 2,5 juta perhektarnya. Kerugian itu jika dihitung dari biaya pengolahan tanah dan perawatan tanaman.
"Kami sangat rugi akibat kerusakan irigasi, kami juga kehilangan penghasilan karena selama ini hanya mengandalkan dari hasil pertanian," katanya.