Asmawi Aziz
PanturaNews (Tegal) - Ratusan keluarga di Kelurahan Sumurpanggang dan Kalinyamat Kulon Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, sejak awal Juni tahun 2011 mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Bahkan, memasuki musim kemarau tahun 2011, sejumlah sumur warga mengalami kekeringan, untuk kebutuhan memasak dan air minum terpaksa membeli ke pedagang air keliling.
Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Kalinyamat Kulon, Asmawi Aziz, Jumat 24 Juni 2011.
Menurut Asmawi, Pemkot harus secepatnya memberikan bantuan air bersih. Sebab, ratusan warga di daerahnya kini sudah kesulitan air bersih. Selain itu warga juga meminta agar Pemkot bisa segera merealisasikan tentang pembangunan jaringan pipa PDAM yang selama ini telah dijanjikan kepada masyarakat.
"Kondisi seperti ini selalu terjadi setiap musim kemarau tiba. Adapun upaya yang perlu segera dilakukan untuk mengatasi masalah ini harus secepatnya dilakukan droping air bersih," katanya.
Salah seorang warga Kelurahan Sumurpanggang, Wajad (50), mengatakan warga mulai mengalami kesulitan air bersih sejak sekitar awal Juni lalu. Untuk kebutuhan air minum dan memasak terpaksa harus membeli air dari pedagang air keliling dengan harga Rp 500 hingga Rp 2.000/jerigen.
Hal serupa juga disampaikan warga Kelurahan Kalinyamat Kulon, Cayem (48) dan Eni (39). Menurut mereka untuk mencuci dan mandi warga harus menggunakan air sumur yang kondisinya keruh serta berbau tidak sedap. Sedangkan, untuk minum dan memasak harus membeli dari bakul keliling dengan harga Rp 1.000/jerigen.
Saat dihubungi via ponselnya, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, terkait masalah tersebut pihaknya dalam waktu dekat ini memerintahkan lurah-lurah untuk mendata warga yang kesulitan air bersih. Selain itu, akan meminta kepada PDAM untuk melakukan droping air bersih.
Sementara tentang pembangunan jaringan pipa PDAM, kata dia, sesuai rencana lelang untuk penyambungan pipa dari Gorgol, Kabupaten Tegal akan dilaksanakan sekitar Juli. Dengan demikian, pada awal September pembangunan jaringan pipa untuk wilayah Margadana dan Tegal Selatan bisa dilakukan dengan debit air mencapai 30 liter/detik.