Ilustrasi Alat transportasi di Kampung Tirang.
PanturaNews (Tegal) - Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak, dalam kunjungannya ke kampung Tirang, Keluarahan Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, bersama jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Jumat 27 Mei 2011 menegaskan, dalam waktu dekat akan memberikan bantuan listrik untuk penerangan, dan sarana air bersih bagi masyarakat di kampung Tirang yang selama ini terisolir dari listrik dan air bersih serta sarana perkotaan lainnya.
Ikmal mengatakan, kampung tirang bukanlah sebuah pulau atau tanah timbul, tetapi merupakan daratan terhubung dan merupakan lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hal itulah yang menjadi suatu kendala dalam pelaksanaan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Padahal kondisi rumah warga yang menempati kampung Tirang sangat tidak layak huni.
“Kami jelas tidak bisa memberikan bantuan rehab RTLH bagi mereka. Karena salah satu syarat dari program itu adalah bukti kepemilikan tanah. Sementara, status warga di kampung Tirang hanyalah menempati lahan milik PT Pelindo. Meskipun demikian kami tidak akan lepas tangan begitu saja, semampu kami akan mengupayakan adanya kesejahteraan di seluruh komponen warga, termasuk warga kampung Tirang. Saat ini kami baru bias memberikan bantuan sarana air bersih dan listrik penerangan. Khusus untuk listrik penerangan, Pemkot akan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Ikmal.
Seperti yang disampaikan salah seorang warga kampung Tirang, Toipah (35). Dirinya sangat mengharapkan adanya uluran bantuan dari pemerintah atau dari siapapun untuk menyediakan sarana air bersih dan listrik penerangan. Dikatakan, selama ini untuk listrik penerangan, sebagian warga kampung Tirang sudah menyambung ke tiang Pal Listrik terdekat yang ada di Pelabuhan jongor. Akan tetapi rekening bulanan yang mencapai Rp 100 ribu sangat memberatkan warga.
“Saya dan 13 Kepala Keluarga lainnya sudah 10 tahun menempati kampung Tirang. Tinggal di kampung tanpa ada aliran air bersih dan listrik. Kami semua sangat mengharapkan uluran bantuan air bersih dan sarana penerangan listrik yang murah,” tegas Toipah.