Asisten I Setda Brebes bersama pejabat terkait menggelar rakor di lokasi Jalan Ambles Ciregol (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, menepis adanya anggapan kurang serius dalam menangani jalan ambles di ruas Jalan Tegal-Purwokerto, tepatnya di Tanjakan Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Bahkan berbabagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami amat sangat serius dalam upaya menangaini permasalahan jalan Ciregol ini, berbagai upaya termasuk memediasi antara beberapa pihak juga telah dilakukan," ujar Asisten I Setda Brebes, Drs H Supriyono kepada PanturaNews, Kamis 19 Mei 2011 siang, usai melakukan rapat kordinasi dengan Bina Marga Wilayah Jateng dan Perhutani.
Menurutnya, dalam penanganan jalan ambles berjalan sesuai sistem yang ada, yakni penanggulangan bencana alam. Masalah perijinan pengeprasan lahan milik Perhutani yang otoritasnya ada di Menteri Kehutanan juga telah ditempuh dan sedanga berjalan. "Sebenarnya tidak ada masalah, termasuk masalah perijinan yang otoritasnya ada di kementrian kehutanan juga sudah kita tempuh," ujar Supriyono.
Dikatakan, lahan milik Perhutani yang ada di sisi Tanjakan Ciregol hanya akan dipinjam untuk pembuatan drainase jalan, sehingga beberapa pohon yang ada di tebing itu harus ditebang. "Ini kondisi darurat sehingga segala sesuatunya bisa terjadi," ucapnya.
Jalan kabupaten ruas Kutamendala-Purwodadi-Linggapura yang selama ini menjadi jalur alternatif sejak ambles dan putusnya Tanjakan Ciregol, yang kondisinya rusak juga terus dilakukan dengan anggaran biaya dari Pemkab Brebes. "Jalan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maka Bupati juga telah memberikan perhatian dan konsentrasi yang lebih,
termasuk penganggaran untuk perbaikannya," tutur Supriyono.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang BPT Bina Marga Wilayah Tegal, Danang Triwibowo mengatakan, penanganan jalan ambles Ciregol terus dilakukan dan rencananya 25 Mei 2011 mendatang jalan akan dibuka kembali meski bersifat terbatas. "Rencana 25 Mei kita buka, tapi sifatnya terbatas hanya untuk kendaraan yang bertonase renadah," katanya.
Meski jalan masih kondisi lapis agregat (lapis atas keras) tetap bisa dilalui kendaraan dan penanganan akan terus dilakukan. Pelapisan dengan aspal juga akan dilakukan dan ditargetkan akhir Juli mendatang selesai. "Kalau target penangananan darurat tetap seperti semula,
akhir Juli," ujar Danang.
Nampak hadir dalam rakor yang dipimpin oleh Asisten I Setda Brebes itu, Adm Perum Perhutani KPH Balapulang, Toni suratno didampingi, Waka Adm, Weda Panji Hudaya dan juga perwakilan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Brebes.