Jumat, 11/03/2011, 00:04:00
Guru dan Wali Murid Kisruh, Anggaran Pesta Siaga Minim
JAY-Riyanto Jayeng

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali (Foto: SL Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Minimnya anggaran bantuan dari Kwarcab Pramuka Kota Tegal, Jawa Tengah kepada sekolah dasar (SD) yang menyertakan muridnya dalam Pesta Siaga di Kabupaten Batang, 20 Maret 2011 mendatang, menimbulkan kekisruhan di kalangan guru dan wali murid. Pasalnya, wali murid menolak saat dimintai iuran oleh guru guna suksesnya pelaksanaan pesta Siaga tersebut.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rofii Ali S.Si menyusul adanya pengaduan dari sejumlah guru yang mengeluhkan minimnya anggaran yang disediakan untuk Pesta Siaga, Kamis 10 Maret 2011.

Menurut Rofii, Pemkot Tegal dinilai kurang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Pesta Siaga tingkat Karisidenan yang akan diadakan tanggal 20 Maret 2011 di Kabupaten Batang. Sekolah yang muridnya terlibat dalam Pesta Siaga, hanya dapat bantuan dari Kwarcab sebesar Rp 900 ribu, padahal anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan itu mencapai Rp 9 juta lebih.

“Posisi guru sangat dilematis, disatu sisi dilarang untuk memungut iuran dengan alasan apapun kepada siswa, akan tetapi disisi lain pihaknya harus mensukseskan agenda Pesta Siaga yang diselenggarakan di lain daerah. Sedangkan anggaran bantuan yang diterima dari Kwarcab terlalu kecil, tidak sebanding dengan rencana anggaran yang mencapai jutaan rupiah. Ini menjadi tanggungjawab Pemkot Tegal untuk menyelesaiakannya,” kata Rofii.

Lebih jauh dikatakan, sudah seharusnya, Pemkot Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga ikut menanggung biaya kegiatan Pesta Siaga, karena kegiatan tersebut akan membawa nama baik Kota Tegal dan pesertanyapun siswa-siswa sekolah Kota Tegal.

Sementara, pada tahun anggaran 2011 sudah disarankan agar Pemkot Tegal menambah anggaran kegiatan Pramuka (Kwarcab) yang lebih rasional, sehingga tidak memunculkan kekisruhan antar wali murid dengan para guru pengampunya.

Ditambahkan, sampai dengan tahun ini, Pemkot Tegal hanya mengusulkan anggaran untuk Kepramukaan sebesar Rp 50 juta, sedangkan kegiatan di Keprmukaan sangat padat. Untuk kegiatan Pesta Siaga ada 3 kali kegiatan lomba, belum lagi tingkat SMP atau Jambore yang informasinya para peserta Jambore Nasional akan ditarik iuran Rp 3,5 juta per peserta.

“Jujur saya mempertanyakan makna Tegal Cerdas yang telah dicanangkan saudara Walikota. Apakah efen Pesta Siaga tidak ada hubungannya dengan Tegal Cerdas?,” tandas Rofii.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita