Rabu, 09/03/2011, 21:14:00
Tinjau Pasar Pagi, Komisi II Temukan Banyak Fakta Masalah
JAY-Riyanto Jayeng

Pasar Pagi Kota Tegal.

PanturaNews (Tegal) - Kondisi rusaknya beberapa sarana di Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, yang sudah lama tidak tertangani bukanlah isapan jempol belaka. Setidaknya, laporan sejumlah pedagang mengnai rusaknya eskalator, kurangnya sarana air bersih, sempitnya lahan parkir dan sejumlah kerusakan lain adalah fakta. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal dari Fraksi Demokrat, Hendria Priatmana SE, usai meninjau lokasi Pasar Pagi, Rabu 03 Maret 2011.

"Ternyata apa yang disampaikan sejumlah perwakilan pedagang Pasar Pagi ke Komisi II belum lama ini benar. kami lihat sendiri eskalator sudah tidak berfungsi. Demikian juga dengan sempitnya lahan parkir kendaraan yang hanya mampu menampung kendaraan roda dua dan beberapa mobil saja. Sementara masih banyak kendaraan lain yang tidak bisa tertampung di lahan parkir," kata Hendria.

Menurut Hendria, kenyataan minimnya persediaan air bersih juga sangat menjadi pokok permasalahan bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Pagi. Pasalnya, pada hari-hari biasa, persediaan air bersih sudah mulai habis pada waktu-waktu siang sekitar pukul 13.00 sampai sore. Sedangkan pada hari libur atau hari besar, disaat membludaknya pengunjung, air sudah cepat habis sebelum jam 12. 00. WIB.

"Semua permasalahan itu akan kami mintakan kepada dinas terkait untuk diinventarisir kembali, didata secara cermat. Apabila perlu penanganan yang membutuhkan anggaran cukup lumayan besar, maka kami minta kepada dinas untuk mengajukan anggaran sesuai kebutuhannya," ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan, Kusnendro ST. Menurut Kusnendro, untuk permasalahan parkir yang sempit, Pemkot jelas terbentur kepada ketersediaan lahan yang ada. Sementara untuk membuat sistem parkir dua lantai atau bawah tanah, tentunya butuh waktu lama untuk mengkaji kondisi bangunan.

"Kondisi struktur otot bangunan itu apakah mampu untuk menopang parkir lantai atas ? . Pesoalannya kan sudah tidak tersedia lahan lagi , lahan parkir yang ada ya cuma dibawah itu. satu-satunya cara mengatasi kesempitan lahan parkir ya harus membuat lahan parkir di lantai atas dan itu butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit, maka perlu dikaji kembali," kata Kusnendro.

Sebelumnya, Kepala Disperindagkop Kota Tegal, Supriyanta mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya kerusakan eskalator di Pasar Pagi. Saat ini tinggal menunggu laporan hasil survey kerusakan yang dilakukan oleh distributornya yakni PT Super Helindo Puitra Perkasa, Semarang.

Menurutnya, untuk memperbaiki eskalator tersebut dibutuhkan penanganan yang serius dan tidak gegabah. “Kami masih menunggu laporan hasil survey kerusakannya dan setelah diketahui, kami bisa mengusulkan anggaran yang cukup untuk perbaikan,” ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita