H. Harun Abdi Manaf, SH (Foto: SL Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Harun Abdimanaf SH menegaskan, untuk menghindari terjadinya salah sasaran dalam pengalokasian anggaran Dana Alokasi Pendidikan (DAK) 2011, perlu dilakukan evaluasi dan verifikasi terhadap sekolah yang sudah ditentukan sebagai penerima.
“Nantinya kami akan evaluasi dan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang sudah ditentukan sebagai calon penerima anggaran DAK Pendidikan 2011. Hal itu kami lakukan guna menghindari terjadinya salah sasaran dalam pengalokasiannya,” kata Harun di kantornya, Senin 21 Pebruari 2011.
Lebih jauh Harun mengatakan, saat ini belum ada penentuan sekolah calon penerima alokasi anggaran DAK Pendidikan. Akan tetapi sesuai jadwal, Komisi I akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan. Pemanggilan itu berkaitan dengan kesiapan Dinas Pendidikan dalam menghadapi Ujian Nasional mendatang.
Selain itu, Komisi I juga akan memanggil 13 Kepala Sekolah yang baru menduduki jabatannya beberapa waktu lalu. Pemanggilan ini berkaitan dengan banyak hal yang dipertanyakan oleh Komisi I. Mengingat, para guru itu menduduki jabatan Kepala Sekolah di lokasi sekolah yang sebelumnya dipimpin oleh Kepala Sekolah yang bermasalah karena kesandung sertifikasi Penetapan Angka Kredit (PAK) palsu.
“Kami minta kepada Dinas dan semua kepala sekolah untuk menyiapkan segala sesuatunya guna menghadapi agenda Ujian Nasional mendatang. Kami juga akan menanyakan ke Dinas Pendidikan mengenai nama-nama sekolah yang akan ditetapkan sebagai sekolah penerima alokasi anggaran DAK Pendidikan 2011,” tandas Harun.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutari SH, mengatakan, hingga saat ini secara resmi Komisi I belum memperoleh informasi sekolah sasaran penerima anggaran DAK Pendidikan 2011. “Kami belum menginventarisasi sekolah yang layak mendapatkan alokasi dana DAK Pendidikan tahun 2011 ini. Rencananya kami akan secepatnya turun ke lapangan meninjau semua sekolah guna melihat realita kondisi masing -masing sekolah,” ujar Sutari.
Menurut Sutari, meskipun belum melakukan inventarisasi langsung, akan tetapi Komisi I sudah mengantongi permohonan yang diajukan oleh semua SMP di Kota Tegal dan sebagian Sekolah Dasar (SD).
“Pada saat pembahasan RAPBD 2011 lalu, hampir semua SMP dan sebagian SD sudah mengajukan permohonan perolehan DAK. Untuk itu, kami akan coba tindak lanjuti dengan turun ke lokasi, guna memantau kondisi sekolah dan kebenaran dari proposal permohonan yang diajukan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi Golkar, Wasmad Edi Susilo SH. Menurutnya, Komisi I harus segera bertindak melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk mendapatkan masukan kaitan penentuan calon sekolah penerima DAK.
“Kami akan mengusulkan kepada Komisi I, agar segera dilaksanakan tinjuan langsung ke sekolah untuk penentuan calon penerima anggaran DAK Pendidikan. Hal ini perlu dilakukan agar anggaran DAK benar-benar tepat sasaran,” tandas Edi.