Jembatan Cacaban yang menjadi satu-satunya penghubung Desa Pengarasan dan Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, putus diterjang arus deras sungai. (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Jembatan Cacaban yang menjadi satu-satunya penghubung Desa Pengarasan dan Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, putus. Akibatnya, lebih dari 16 ribu warga yang tinggal di dua desa tersebut terisolir.
Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom, Jumat 18 Februari 2011 siang mengatakan, jembatan yang menjadi akses utama ambruk pada Kamis 17 Februari 2011 sekitar pukul 17.30 WIB. Pondasi jembatan Cacaban yang melintang di atas sungai Cikeruh itu runtuh pondasinya akibat diterjang arus deras sungai, menyusul hujan deras yang turun sore itu.
"Kejadiannya Kamis sore, mungkin karena pondasi jembatan tidak kuat menahan arus sungai yang sangat deras, sehingga meruntuhkan jembatan," ujar Nirom.
Dikatakan, putusnya jembatan sepanjang 15 meter dan lebar tiga meter itu, membuat warga Desa Pengarasan yang jumlahnya mencapai 12 ribu jiwa dan warga Desa Kebandungan yang jumlahnya sekitar 3500 jiwa terisolir, karena mengalami kesulitan transportasi. "Ini satu-satunya jalan, tidak ada jalan tembus lagi. Sehingga warga dua desa ini mengalami kesulitan transportasi," terang Nirom.
Jembatan Cacaban yang putus lokasinya berada di wilayah Desa Sindangwangi berbatasan dengan Desa Pengarasan. Kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan umum pedesaan tidak bisa melintas. Sehingga berdampak buruk bagi perekonomian warga yang umumnya berpenghasilan sebagai petani dan pedagang. Satu-satu cara terpaksa turun menyebrangi sungai dan itu bisa dilakukan jika sedang tidak turun hujan.
"Terpaksa warga menyebrangi sungai untuk pergi ke pasar atau kota kecamatan," ungkap Nirom.
Sementara itu, Camat Bantarkawung, Edi Sudarmanto SIP yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian bencana alam tersebut ke Pemkab Brebes. Upaya penanganan darurat juga sedang dilakukan bersama pihak terkait.
"Warga juga secara gotongroyong sedang mengupayakan pembuatan jembatan darurat dengan kayu atau bambu, untuk bisa dilewati pejalan kaki," katanya.
Selain jembatan Cacaban juga jembatan Cikeruh yang masih satu aliran sungai yang berada di Dukuh Jetak, Desa Sindangwangi juga ambles dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Amblasnya jembatan Cikeruh mengakibatkan putusnya jalan tembus penghubung antara Kecamatan Bantarkawung dengan Kecamatan Ketanggungan.
"Jambatan Cikeruh juga ambles, sehingga total kerugian materi atas rusaknya dua jembatan itu mencapai lebih dari Rp 400 juta," tutur Edi.