Jumat, 04/02/2011, 20:18:00
Rusak Parah, Jalan Pantura Ditanami Pohon Pisang
KN-Kuntoro

Sejumlah pohon pisang ditanam di jalan Pantura yang berlubang (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah warga Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalur Pantura Brebes, tepatnya di Pertigaan Pejagan yang merupakan akses keluar-masuk jalan tol Kanci-Pejagan, Jumat 04 Februari 2011 sore.

Aksi penanaman pohon pisang ini, mereka lakukan sebagai kelanjutan aksi blokade exit tol beberapa waktu lalu, yang menuntut pihak pengelola jalan tol segera melakukan perbaikan jalan. Jalan sudah rusak parah, penuh lubang dan saat turun hujan penuh dengan kubangan air.

Beberapa pohon pisang ditanam di kubangan air di jalan pantura yang cukup besar. Masing-masing lebarnya mencapai 1 meter, dengan panjang sekitar 2 meter dan kedalaman 30 centimeter. Kubangan itu kerap menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Janji pengelola jalan tol untuk memperbaiki kerusakan jalan tidak kunjung dilaksanakan. Beberapa kali warga mengirimkan surat ke PT SMR sebagai pengelola tol Kanci–Pejagan, namun belum ada juga perhatian. Padahal kondisi jalan yang rusak kerap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang merengut korban jiwa.

Selain menanam pohon pisang, warga juga memasang papan yang bertuliskan tentang kekesalan warga. Mereka menuding pihak pengelola tol yang diwakili PT SMR ingkar janji. Warga juga membuat gundukan tanah yang menyerupai kuburan, sebagai simbol matinya perasaan pihak pengelola jalan tol.

Jalan rusak juga terdapat dibeberapa titik disepanjang jalur pantura, mulai dari Losari, perbatasan Jawa Tengah - Jawa Barat, sampai jalan Desa Kaligangsa, perbatasan Brebes – Tegal. Umumnya jalan berlubang sepuluh hingga 30 centimeter. Aspal mengelupas, badan jalan bergelombang.

Kerusakan jalan menyebabkan arus kendaraan dari barat Brebes tersendat. Pelintas amat berhati-hati menghindari lubang, Kesemrawutan lalu lintas diperburuk dengan ulah pengendara sepeda motor yang berebut saling mendahului.

Melihat kondisi tersebut, warga menuntut perbaikan jalan agar dilakukan secepatnya, karena dengan intensitas hujan yang tinggi jalan semakin cepat rusak, dan korban kecelakaan lalu lintas akan bertambah.

“Perbaikan jalan pantura ini hitungannya hari. Karena intensitas hujan yang tinggi, semakin hari jalan semakin rusak,” kata Rizal, pengguna jalan pantura asal Desa Tanjung.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari tiga desa memblokade Exit Tol Kanci-Pejagan, di Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Aksi ini mereka lakukan karena kesal dengan kondisi jalan akses keluar tol yang rusak parah, Minggu 30 Januari 2011 pukul 14.00 WIB.

Mereka menuntut jalan akses keluar tol itu segera diperbaiki karena sudah banyak memakan korban jiwa. Ratusan warga Desa Kemurang Kulon, Kemurang Wetandan Pejagan menutup jalan dengan cara berdiri membuat pagar betis, sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “Mohon perbaiki akses jalan tol”, di pertigaan depan pintu keluar tol Kanci-Pejagan.

Pertigaan itu merupakan titik yang menghubungkan tol Kanci-Pejagan dengan jalur pantura dan jalur selatan menuju Purwokerto. Aksi blokade jalur pintu keluar tol itu dilakukan warga sekitar satu jam.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita