Direktur RSUD Kardinah, dr Abdal Hakim Tohari memberi penjelasan kepada Komisi II DPRD Kota Tegal. (Foto: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Pekerjaan tambahan pada proyek Poliklinik RSUD Kardinah Tegal dipertanyakan sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Tegal saat tinjauan langsung, Selasa 11 Januari 2011. Pasalnya, proyek poliklinik yang dikerjakan PT Bangun Cipta Prima Mandiri dengan nilai kontrak kerja Rp 5,7 miliar itu, seharusnya sudah selesai penggarapannya pada tahun 2010.
“Katanya sudah selesai pekerjaannya, kok masih ada tukang yang mengerjakan beberapa komponen pelengkap yang seharusnya menjadi kewenangan rekanan,” kata Heri Kuntoro, anggota Komisi II dari Fraksi PKB.
Heri kuntoro juga menyayangkan prototype beberapa ruangan yang dinilai kurang memiliki kebebasan sirkulasi udara. “Beberapa ruangan sepertinya kurang dilengkapi dengan sarana sirkulasi udara,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Kardinah, dr Abdal Hakim Tohari melalui salah satu stafnya, Wiwin Agustin mengatakan, kontrak kerja dengan PT Bangun Cipta Prima Mandiri sudah selesai sekitar November 2010 lalu. Bahkan, gedung baru poliklinik tersebut sudah diserah terimakan dari kontraktor kepada pengelola pada 09 November 2010.
“Bangunan ini sudah diserah terimakan dari rekanan kepada kami 09 November lalu. Adapun pekerjaan tambahan yang sedang kami lakukan menggunakan anggaran rutin Rumah Sakit, bukan bagian dari wewenang rekanan,” kata Wiwin.
Wiwin menjelaskan, beberapa jenis pekerjaan tambahan seperti pemasangan Air Conditioning (AC), pemasangan pintu utama, pesangan kaca pembatas dan praktisi pembatas ruang bukan bagian dari wewenang rekanan. Sebab kesemuanya itu tidak tercover dalam RAB kontrak kerja.
Sementara, dr Abdal Hakim menegaskan, pengoperasian poliklinik baru itu diperkirakan setelah selesainya pekerjaan tambahan dan pemasangan sejumlah fasilitas ruangan. Sedangkan, untuk memudahkan akses dari poliklinik menuju ruang Kebidanan yang berada tepat di belakang gedung poliklinik, pihaknya terpaksa membongkar sebagian tembok gedung baru, dan dirapikan untuk membuat jalur tembus ke ruang Kebidanan.
“Nantinya, ruang poliklinik lama akan dimanfaatkan sementara untuk ruang ICU, soalnya di ruang ICU yang sekarang ada hanya berkapasitas 9 bad, sedangkan di ruang poliklinik lama mampu menampung 20 bad,” jelas Hakim.