Salah satu pondasi jembatan Plompong yang tergerus oleh arus desar sungai. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Jembatan Plompong yang membentang di Kalikeruh dan menjadi satu-satunya akses menuju Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 20 Desember 2010 kondisinya kritis. Empat dari enam pondasi jembatan sepanjang 90 meter tersebut, menggantung akibat tergerus arus deras sungai. Dua pondasi bagian pinggir menggantung, dan tanah di sekitarnya juga mengalami retak-retak.
Warga setempat, Nurrofik (42) mengatakan, pondasi jembatan tergerus arus sungai akibat hujan deras pada Minggu 19 Desember 2010 malam. "Arus sungai juga berpindah dari bagian tengah ke pinggir, sehingga aliran air menerjang pondasi samping," ujarnya.
Dikatakan, dengan kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilalui kendaraan roda empat, karena dapat membahayakan keselamatan jembatan dan penumpangnya. "Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan mestinya mobil tidak diperbolehkan lewat, cukup sepeda
motor saja," tutur Nurrofik.
Kepala Desa Plompong, Ikhya Ulumudin, ketika dihubungi membenarkan kondisi jembatan Polmpong yang kritis tersebut. Menurutnya, pihaknya telah melaporkan kondisi jembatan itu ke Camat Sirampog untuk dilanjutkan ke Pemkab Brebes agar segera dilakukan penanganan. "Sudah
kami laporkan dan diharapkan ada penanganan segera," katanya.
Jika tidak ada penanganan dan jembatan tersebut sampai ambruk, maka warganya yang jumlahnya lebih dari 10 ribu jiwa akan terisolir. Jembatan tersebut merupakan satu-satu akses menuju pusat pemerintahan kecamatan dan juga ke desa-desa lain. "Kalau jembatan sampai putus, warga kami akan terisolir," tandas Ikhya.