Selasa, 14/12/2010, 08:48:00
Sosialisasi Tibmas-Lalin, Tekan Kenakalan Siswa
ZM-Zaenal Muttaqin

Siswa SMP Negeri 1 Paguyangan serius mengikuti sosialisasi ketertiban masyarakat dan lalulintas (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Paguyangan) - Kesadaran akan pentingnya peningkatan keamanan, keselamatan dan disiplin berkendaraan dimulai sejak dini. Dengan maksud tersebut, SMP Negeri 1 Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 13 Desember 2010 memberikan sosialisasi Ketertiban Masyarakat (Tibmas) dan Lalulintas (Lalin), yang diikuti oleh seluruh siswanya.

Kepala SMP Negeri 1 Paguyangan, Djasman SPd MM mengatakan, sosialisasi yang diikuti oleh seluruh siswanya dari Kelas VII, Kelas VIII dan Kelas IX itu bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan moral akan pentingnya menjaga ketertiban masyarakat dan juga ketertiban berlalulintas. "Tujuan utamanya untuk pembekalan pada siswa, baik moral maupun pengatahuan tentang ketertiban umum dan berlalulintas," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pemateri Aipda Hadi Subeno, anggota Polsek Bumiayu itu, dimaksudkan pula untuk menekan terjadinya kenakalan pada siswa. "Pematerinya kami minta bantuan dari Polsek Bumiayu," kata Djasman.

Dalam sosialisasi yang digelar di halaman sekolah tersebut, siswa yang jumlahnya mencapai 840 anak itu diminta untuk berprilaku tertib dan taat pada aturan. Ketertiban berlalulintas juga ditekankan melalui sosialisasi itu, termasuk memberikan penjelasan tentang larangan bagi siswa sekolah tersebut untuk mengendari kendaraan bermotor, karena belum berusia 17 tahun. "Pengendara harus memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan siswa SMP itu rata-rata usianya belum mencapai 17 tahun," tutur Djasman.

Dikatakan Djasman, tata tertib di sekolahnya juga melarang siswa membawa sepeda motor ke sekolah. Namun, satu dua siswa terkadang masih ada yang tetap mengendarai sepeda motor ke sekolah dan sepeda motor itu dititipkan di rumah warga sekitar sekolah. "Peraturan sekolah tetap melarang siswa membaca kendaraan bermotor ke sekolah," tegasnya.

Dengan kondisi itu, Djasman meminta kepada para orang tua atau wali murid untuk berperan membantu sekolah dalam mendidik siswa-siswanya. Para orang tua diminta untuk tidak mengijinkan anaknya membawa sepeda motor ke sekolah, sebab jika sampai terjadi pelanggaran lalulintas apalagi mengalami kecelakaan, maka orang tua juga yang akan menanggung resikonya. "Kalua terjadi apa-apa kan orang tua juga yang repot," tandas Djasman.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita