PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 38 pasangan nikah siri di Kabupaten Brebes akhirnya mengantongi legalitas hukum dari negara melalui Sidang Isbat Nikah Terpadu yang digelar di SMK Islam Diponegoro, Kecamatan Losari, Jumat (21/8).
Kegiatan kolaborasi Pemkab Brebes, Pengadilan Agama (PA) Brebes, dan Kementerian Agama ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui sidang ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penetapan sahnya pernikahan dari Pengadilan Agama, tetapi juga langsung menerima buku nikah resmi serta dokumen kependudukan baru seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP.
"Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini mendapatkan penetapan isbat nikah. Saya berharap dokumen yang diterima menjadi awal dari semakin tertibnya administrasi keluarga dan memberikan kepastian hukum," ujar Asisten I Sekda Brebes Subandi yang hadir mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Subandi menegaskan, kelengkapan administrasi kependudukan sangat krusial karena berkaitan langsung dengan akses layanan dasar publik, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan anak, hingga program bantuan sosial.
Bukan Nikah Massal
Ketua PA Brebes Rusdiana meluruskan persepsi masyarakat terkait agenda tersebut. Ia menekankan bahwa isbat nikah terpadu berbeda dengan program nikah massal.
"Ini bukan nikah massal, melainkan proses penetapan hukum atas pernikahan yang sebelumnya sudah terjadi namun belum tercatat secara resmi oleh negara," tegas Rusdiana.
Ia mengungkapkan, layanan isbat nikah terpadu di Brebes sempat terhenti cukup lama dan baru kembali dilaksanakan tahun ini setelah terakhir kali digelar pada 2017.
Menurutnya, pendaftaran resmi ini penting untuk mengangkat derajat perempuan serta menjamin hak-hak sipil anak, terutama dalam penerbitan akta kelahiran yang mencantumkan nama kedua orang tua secara sah.
Dukungan juga disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Ahmad Zayadi. Ia mengapresiasi sinergi lintas instansi di Brebes dan menyatakan kesiapan Kemenag untuk terus mendukung program serupa di masa mendatang.