PanturaNews (Brebes) - Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.
Maraknya kebiasaan warga yang membakar sampah secara terbuka kerap menghasilkan asap pekat yang mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi mencemari udara.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes menghadirkan inovasi berupa perencanaan insinerator sederhana minim emisi untuk skala rumah tangga.
Insinerator yang dirancang ini mengusung konsep ruang bakar tertutup dengan sirkulasi udara yang optimal.
Desain tersebut dibuat agar proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, sehingga mampu menekan pembentukan asap sekaligus memangkas volume sampah secara signifikan.
Alat ini dirancang menggunakan material yang mudah diperoleh agar berpotensi diterapkan masyarakat desa dengan biaya yang terjangkau.
Aisyah Romadona, mahasiswa semester 6 Prodi Teknik Sipil UMUS sekaligus anggota tim KKN, menyampaikan bahwa perencanaan alat ini difokuskan pada kemudahan penggunaan dan efisiensi material.
"Insinerator sederhana ini dirancang agar masyarakat dapat mengolah sampah residu secara lebih mandiri dan ramah lingkungan tanpa perlu mengelurkan biaya mahal," ujar Aisyah Romadona, Selasa 4 Agustus 2026.
Selain menyusun rancangan fisik alat, para mahasiswa KKN UMUS juga memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya pemilahan sampah.
Warga diimbau untuk memilah sampah yang masih memiliki nilai guna untuk didaur ulang, sedangkan insinerator ditujukan khusus bagi sampah residu yang sulit dimanfaatkan kembali.
Melalui program kerja ini, kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih sehat dan bersih di Desa Rancawuluh.