Rabu, 08/07/2026, 21:00:20
Termakan Usia, Dua Jembatan di Pantura Tegal dan Brebes Dibongkar. Arus Lalu Lintas Tersendat
Jembatan
LAPORAN JOHARI

Jembatan Maribaya dibongkar

PanturaNews (Tegal) — Kemacetan yang terjadi di Jalur Pantura Tegal dan Brebes, disebabkan adanya perbaikan dua jembatan yakni Jembatan Maribaya di Kabupaten Tegal dan Jembatan Gedih di Kabupaten Brebes. Dua jembatan tersebuat usianya sudah tua.

Hal itu dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Tengah, Jodi Pujiadi Hutomo kepada awak media, Rabu 08 Juli 2026.

Menurut Jodi, proyek penggantian Jembatan Maribaya di Kabupaten Tegal dan Jembatan Gedih di Kabupaten Brebes, menelan anggaran sebesar Rp47,728 miliar, dijadwalkan berlangsung selama 10 bulan atau 300 hari kalender.

​Jodi juga mengungkapkan bahwa kontrak kerja telah ditandatangani sejak 12 Juni 2026. Dengan target penyelesaian penuh pada 10 April 2027.

​"Kami sudah berkontrak per 12 Juni 2026 dan target selesai pada 10 April 2027. Penggantian kedua jembatan ini krusial untuk meningkatkan keandalan jalan dan keselamatan pengguna jalan," ungkap Jodi.

Menurut Jodi, kedua jembatan tersebut akan mengalami peningkatan kapasitas struktural berupa pemanjangan bentang jembatan. Untuk jembatan Maribaya di Kabupaten Tegal, bentang jembatan yang awalnya sepanjang 50 meter akan diperpanjang menjadi 80 meter. 

"Struktur baru ini nantinya terdiri dari dua bentang, yaitu bentang pertama sejauh 30 meter dan bentang kedua sejauh 50 meter," ujarnya.

Sementara untuk jembatan Gedih Kabupaten Brebes, kata Jodi, yang semula sepanjang 13 meter akan diganti menjadi 22 meter. Mengingat kedua jembatan ini berada di jalur padat, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa contraflow (lawan arah).

Sedangkan penggantian dilakukan pada satu sisi, yaitu jalur yang mengarah ke Jakarta. Saat ini, sistem contraflow sudah mulai diberlakukan. Jalur arah Jakarta di Maribaya ini diperkirakan sudah bisa difungsikan kembali secara normal saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara untuk Jembatan Gedih, kata Jodi, penggantian dilakukan di kedua sisi baik arah Jakarta maupun Semarang. Pengerjaan diawali dengan membangun pondasi sistem bore pile di sisi arah Semarang terlebih dahulu, kemudian pindah ke sisi arah Jakarta.

"Di sini, sistem contraflow akan diberlakukan di sisi arah Semarang selama sebulan sebelum dipindahkan ke sisi arah Jakarta yang diprediksi memakan waktu lebih lama. Targetnya, Jembatan Gedih sisi arah Jakarta dapat difungsikan pada pertengahan November, baru setelahnya pengerjaan pindah ke sisi arah Semarang," terangnya. 

​Jodi mengakui bahwa proses perbaikan ini akan berdampak pada penurunan optimalisasi fungsi jalan, di mana antrean kendaraan yang cukup panjang biasanya terjadi pada hari Rabu dan Kamis.

​Untuk meminimalkan dampak tersebut, pihak PPK 1.1 Jawa Tengah telah berkoordinasi intensif dengan Satlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, terutama untuk mengamankan momentum besar seperti Nataru dan Libur Lebaran.

​"Sebisa mungkin kita akan meminimalkan kemacetan. Kami menyiagakan petugas 'Black Man' yang berjaga selama 24 jam penuh di lokasi," tegas Jodi.

​Selain personel, mitigasi risiko kecelakaan juga diperketat dengan memasang berbagai alat keselamatan kerja. Mulai dari pembatas area proyek, lampu sling, hingga rambu-rambu peringatan dini yang dipasang bertahap sejak jarak 100 meter dan 50 meter sebelum lokasi proyek. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran sekaligus keselamatan para pengguna jalan selama proyek berlangsung.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita