PanturaNews (Tegal) – Situasi di Kota Tegal sempat menghangat menyusul adanya pro-kontra terkait rencana pembukaan tempat hiburan malam baru.
Menyikapi hal tersebut, ratusan massa yang tergabung dalam Rakyat Tegal Bersatu (Ratu) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Jumat (3/7/2026).
Berbeda dengan aksi demonstrasi pada umumnya, massa Ratu memilih menggelar istigasah dan doa bersama.
Aksi ini diklaim sebagai bentuk dukungan moril kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta iklim investasi.
Koordinator aksi, Dodi, mengungkapkan bahwa gerakan ini murni lahir dari respons atas dinamika dan keresahan yang berkembang di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Pihaknya menilai, Kota Tegal membutuhkan situasi yang aman dan damai agar roda perekonomian dan investasi tidak terganggu.
"Kami mendukung pemerintah karena kami ingin kota ini aman, masyarakatnya bersatu dan ekonominya bisa terus maju," ujar Dodi.
Terkait polemik tempat hiburan malam yang menuai penolakan dari sebagian kelompok masyarakat, Dodi menegaskan bahwa Ratu mempercayakan seluruh keputusan kepada regulasi pemerintah.
"Perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Tapi kami percaya pemerintah akan mengambil keputusan terbaik," tambahnya.
Bantah Jadi Aksi Tandingan
Di tempat yang sama, koordinator lapangan lainnya, Hadi Santoso, meluruskan spekulasi yang beredar di media sosial. Ia membantah keras bahwa aksi Ratu hari ini merupakan gerakan tandingan.
Sebagai informasi, pada Jumat pekan lalu, sejumlah kelompok massa memang sempat menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana operasional tempat hiburan malam di Kota Tegal.
"Kami tegaskan, kami tidak melakukan aksi tandingan. Ini murni gerakan warga yang tergabung dalam Ratu yang ingin Kota Tegal tetap aman dan maju," tegas Hadi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jalannya aksi berjalan sangat kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Tegal Kota.
Setelah selesai menyampaikan orasi secara bergantian dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan kota, ratusan massa langsung membubarkan diri secara tertib.