PanturaNews (Brebes) - Pihak manajemen SMK Karya Bhakti Brebes, Jawa Tengah, akhirnya menyerahkan ijazah milik seorang alumni bernama Dio Aprianto yang sempat tertahan selama enam tahun.
Dokumen kelulusan tersebut diserahkan secara cuma-cuma setelah pihak sekolah memutuskan untuk memutihkan atau menghapus seluruh tunggakan biaya administrasi sebesar Rp3.600.000.
Penyerahan ijazah dilakukan oleh Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, kepada Dio yang didampingi ibunya, Wastiah (51), di lingkungan sekolah pada Jumat (3/7).
"Ini ijazah Mas Dio kami serahkan dan tunggakannya diputihkan atas kebijaksanaan pimpinan," ujar Eko saat dikonfirmasi awak media, di sekolahnya.
Eko menambahkan, kebijakan pemutihan ini diambil setelah pihak manajemen mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga Dio yang tidak memadai.
Rencananya, ijazah tersebut akan langsung digunakan oleh Dio untuk mendaftar kuliah di Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal melalui jalur beasiswa.
"Alhamdulillah, atas kebijaksanaan SMK Karya Bhakti Brebes anak saya menerima ijazah dan Insya Allah untuk daftar kuliah lewat beasiswa," ungkap ibunda Dio, Wastiah, dengan haru.
Kronologi dan Rincian Tunggakan
Sebelumnya, nasib Dio sempat viral setelah ia dan ibunya terpaksa pulang dengan tangan kosong saat mencoba mengambil ijazah pada Senin (29/6) lalu.
Kala itu, pihak sekolah menyodori catatan tagihan sebesar Rp3,6 juta yang belum dilunasi sejak Dio dinyatakan lulus pada tahun 2020.
Wastiah, yang merupakan orang tua tunggal, mengaku tidak mampu membayar nominal tersebut. Penghasilannya sebagai penjual pecel lele di Alun-alun Brebes merosot tajam akibat hantaman pandemi Covid-19 sejak enam tahun lalu.
Berdasarkan data sekolah, rincian tunggakan Dio terdiri dari sisa uang SPP, kegiatan les, daftar ulang, uang gedung, hingga biaya kenang-kenangan sekolah.
Ratusan Ijazah Masih Menumpuk
Di sisi lain, pihak sekolah membantah adanya tudingan sengaja menahan ijazah siswa. Eko berdalih, menumpuknya dokumen tersebut murni karena masalah administrasi dan tanggung jawab berkala antara karyawan, pimpinan sekolah, dan pihak yayasan.
Namun, Eko tidak menampik bahwa kasus yang dialami Dio hanyalah sebagian kecil dari fenomena yang terjadi di sekolahnya.
Hingga saat ini, masih ada ratusan ijazah alumni SMK Karya Bhakti Brebes yang belum diambil oleh pemiliknya karena kendala biaya, bahkan ada yang menumpuk sejak kelulusan tahun 2017.