Kamis, 02/07/2026, 17:28:09
Ijazah Alumni SMK di Brebes Disandera Sekolah, Pihak Bendahara Berkilah: Bukan Ditahan, Tapi Belum Menebus Utang
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Dunia pendidikan di Kabupaten Brebes kembali tercoreng. 

Gara-gara urusan uang administrasi yang belum lunas, ijazah milik seorang alumni SMK Karya Bhakti Brebes diduga "disandera" oleh pihak sekolah. 

Akibatnya, sang siswa kini hanya bisa gigit jari lantaran impiannya untuk kuliah lewat jalur beasiswa terancam sirna.

Nasib pilu ini menimpa Dio Aprianto, alumni tahun lulusan 2020. Enam tahun sudah dokumen kelulusannya tertahan di lemari sekolah. 

Sang ibu, Wastiah (51), warga miskin yang sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan pecel lele, tak mampu menebus ijazah anaknya karena dibanderol utang jutaan rupiah.

"Anak saya pengen kuliah, ada jalur beasiswa. Tapi syaratnya harus pakai ijazah asli. Sementara ijazahnya masih di sekolah karena saya belum bisa bayar kekurangannya Rp3,6 juta," kata Wastiah, kepada awak media, Kamis (2/7/2026).

Diceritakan Wastiah, dirinya sempat menyambangi sekolah pada Senin (29/6/2026) lalu dengan harapan mendapat keringanan. Bukannya ijazah didapat, pihak sekolah justru menyodorkan selembar kertas rincian tunggakan yang bikin dompet menjerit.

Nilainya fantastis bagi seorang janda miskin, yakni sebesar Rp3.600.000! Rinciannya mulai dari uang SPP, les, daftar ulang sebesar Rp1.550.000, uang gedung Rp1.500.000, uang kenang-kenangan Rp350.000, biaya lain-lain Rp175.000, hingga uang foto sebesar Rp25.000.

"Suami saya sudah lama meninggal. Saya jualan pecel lele di Alun-alun Brebes. Pas Dio lulus tahun 2020 itu lagi parah-parahnya virus Corona, saya gak bisa jualan. Sampai sekarang buat makan saja susah, belum ada biaya buat ngelunasin," tambahnya lirih.

Pembelaan Pihak Sekolah: Ada yang Numpuk dari Tahun 2017!

Tudingan "penyanderaan" ijazah ini langsung dibantah keras oleh pihak manajemen sekolah. Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, berkilah bahwa pihaknya tidak bermaksud menahan dokumen negara tersebut.

"Bukan ditahan, tapi belum diambil karena memang yang bersangkutan belum melunasi tunggakan biaya sekolah," kata Eko membela diri saat dikonfirmasi di sekolah, Kamis (2/7/2026).

Eko bahkan blak-blakan menyebut bahwa lemari sekolahnya sudah penuh sesak oleh ijazah para alumni yang bernasib sama dengan Dio. Bahkan, ada ijazah lulusan tahun 2017 yang hingga kini menumpuk di sekolah karena orang tua tak kunjung datang membawa uang pelunas.

"Saya sodorkan catatan itu karena orang tuanya bertanya kekurangannya berapa. Saya kalau ketemu sama orang tua murid, saya sampaikan bahwa saya sebatas karyawan biasa. Saya ada pertanggungjawaban kepada pimpinan, dan pimpinan juga tanggung jawab ke yayasan. Soal biaya, ya itu tanggung jawab orang tua," ungkap Eko.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita