Jumat, 22/05/2026, 18:44:51
Kelurahan Kalinyamat Kulon Launching Gas Kopling, DPUPR dan SMP 16 Jadi Orang Tua Asuh
Gas Kopling
LAPORAN JOHARI

Foto bareng usa Launching Gas Kopling.

PanturaNews (Tegal) - Untuk mengatasi sampah, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal meluncurkan gerakan peduli lingkungan bertajuk Gas Kopling atau Gropyokan Atasi Sampah Kalinyamat Kulon Peduli Lingkungan, Jumat 22 Mei 2026.

Lurah Kalinyamat Kulon, Arinto SAP, mengatakan pembentukan gerakan Gas Kopling merupakan tindak lanjut dari program Pemerintah Kota Tegal dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat.

Melalui program tersebut, warga didorong untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

“Apa yang menjadi program Pemerintah Kota Tegal dalam mengatasi sampah, di Kelurahan Kalinyamat Kulon kita membentuk aksi yang namanya Gas Kopling. Gropyokan Atasi Sampah Kalinyamat Kulon Peduli Lingkungan.” ujar Arinto.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan diarahkan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Selanjutnya, sampah anorganik nantinya disetorkan ke bank sampah yang ada di wilayah Kelurahan Kalinyamat Kulon untuk dikelola lebih lanjut.

Arinto menambahkan, dua orang tua asuh yang ditunjuk dalam program tersebut yakni DPUR dan SMP 16, memiliki tugas memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat oleh staf yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal.

“Jadi tugas orang tua asuh ini memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena dari orang tua asuh ini sendiri kan sudah ada staf-stafnya yang mendapatkan TOT dari DLH, sehingga mereka bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar kedepannya pengelolaan sampah yang baik bagaimana, sehingga tidak ada TPS liar,” kata Arinto.

Sedangkan Camat Margadana Ari Budi Wibowo mengatakan, volume sampah di Margadana tidak menjadi beban bagi Pemerintah Kota Tegal. Karena jumlah penduduknya paling sedikit di antara kecamatan yang lain. 

Selama ini pengolahan sampah rumah tangga masih seperti biasa. Sampah dibuang pada tempatnya, kemudian dikirim ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), oleh para pengantar sampah menggunakan gerobak, kemudian diambil oleh DLH untuk dibawa ke TPA.

"Dengan Launching Gas Kopling, kita berkomitmen untuk merubah pola seperti itu. Kita bersama-sama dengan orang tua asuh merubah perilaku masyarakat. Kita komitmen tidak hanya 70% sampah yang ada di lingkungan berkurang, tapi target kita 90%. Jadi nanti residu saja yang akan kita bawa ke TPA," tegas Ari Budi Wibowo.

Menurut Ari, ada sampah organik A dan organik B. Organik B itu bisa untuk makan hewan ternak. Sedangkan yang anorganik, kerja sama dengan bank sampah yang ada di masing-masing RW dan uangnya ditabung untuk bayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Heru Prasetya sebagai orang tua asuh gropyokan atasi sampah di Kelurahan Kalinyamat Kulon, mengapresiasi inisiatif dari Lurah, Camat, dan orang tua asuh mengumpulkan seluruh RT dan RW, semua penggerak sampah di lingkungan kelurahan.

Selanjutnya dibuat grup WA, yang anggotanya dari semua dinas, orang tua asuh, kelurahan, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW dan penggerak sampah.

"Jadi kalau menurut saya, tidak semata sampah, tapi ini adalah gerakan masif dari seluruh warga di Kalinyamat. Untuk mensosialisasikan, getok tular, membentuk kebiasaan masyarakat memilah sampah di rumah tangga masing-masing," ujar Heru. 

Juga sebagai kontrol dan masukan untuk kebersihan drainase, kebersihan lingkungan, maupun peningkatan kondisi infrastruktur di jalan, terutama di Dinas PUPR. 

 

"Untuk menunjang kemajuan Pemerintah Kota Tegal, agar masyarakat bisa nyaman dan sejahtera sebagai kompensasi masyarakat sudah membayar kewajiban pajak," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita