PanturaNews (Brebes) -- Anggota DPRD Kabupaten Brebes bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) resmi mematangkan rencana pembangunan pasar hewan baru di wilayah Bumiayu.
Proyek yang diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp6 miliar ini ditargetkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rencana strategis tersebut dibahas dalam Forum Diskusi yang digelar di Pendopo Kecamatan Bumiayu, Brebes, Kamis (21/5/2026) siang.
Diskusi ini melibatkan lintas sektor, mulai dari jajaran legislatif, dinas terkait, aparat kepolisian, peternak, pedagang, hingga juru parkir setempat.
Ketua Komisi II DPRD Brebes, Tobidin Sarjum, menegaskan bahwa keberadaan pasar hewan yang representatif sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah selatan Brebes.
"Pasar hewan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas perdagangan ternak yang lebih nyaman dan tertata," ujar Tobidin di lokasi diskusi, Kamis (21/5).
"Selain untuk kenyamanan transaksi, keberadaannya juga dirancang untuk mengurai titik kemacetan yang selama ini kerap terjadi saat aktivitas jual-beli ternak berlangsung," lanjutnya.
Tobidin menambahkan, estimasi anggaran sebesar Rp6 miliar tersebut nantinya akan dialokasikan secara komprehensif. Anggaran akan diarahkan untuk fasilitas utama, akses jalan, hingga penataan area parkir.
Pihak legislatif optimistis proyek ini akan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan retribusi pasar dan parkir yang lebih optimal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala DPKH Kabupaten Brebes, drh. Ismu Subroto, mengungkapkan bahwa wacana pembangunan ini sebenarnya sudah lama digodok oleh pihak eksekutif.
Ia menyambut baik respons positif dan dukungan penuh yang akhirnya diberikan oleh anggota dewan dalam diskusi hari ini.
"Hasil rapat hari ini akan langsung kami bawa untuk pembahasan tindak lanjut. Alhamdulillah, respons dari anggota dewan sangat mendukung," kata Ismu.
Menurut Ismu, usulan pembangunan pasar hewan ini tidak terlepas dari tren positif sektor peternakan di Kabupaten Brebes yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Dengan fasilitas yang lebih modern dan tertata, ia menargetkan realisasi fisik proyek ini bisa dimulai pada tahun depan.
"Semoga tahun depan proses pembangunan sudah bisa terlaksana. Penataan akan dilakukan sejak awal, terutama pada area parkir, sehingga tidak ada lagi kemacetan di dekat pasar hewan nantinya," pungkas Ismu.