PanturaNews (Brebes) -- Sejumlah produsen tahu di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berharap fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak memicu lonjakan harga kedelai yang drastis.
Mereka meminta pemerintah menjaga stabilitas harga agar tidak mencekik keberlangsungan usaha kecil.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (19/5) sore, harga kedelai impor di tingkat pengrajin lokal sebenarnya masih bertahan di angka Rp10.300 per kilogram. Pelemahan kurs rupiah belum berdampak langsung ke lini produksi hilir, yang diduga karena distributor masih melepas stok lama.
Namun, bayang-bayang memori kelam beberapa tahun lalu—saat harga kedelai sempat meroket hingga Rp14.000 per kilogram—membuat para pelaku usaha cemas.
"Harapannya, meski rupiah melemah, kenaikan harga kedelai nanti tidak sampai memberatkan produsen tahu. Kalaupun terpaksa ada kenaikan dari harga sekarang Rp10.300, ya maksimal naik ke kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram saja," ujar Rukun Kurnia (52), salah seorang produsen tahu di Pasarbatang, Selasa (19/5).
Sebagai langkah antisipasi jika harga kedelai benar-benar melambung, Rukun mengaku sudah menyiapkan strategi darurat. Alih-alih menaikkan harga jual ke konsumen yang berisiko menurunkan omzet, ia memilih opsi teknis.
"Strateginya nanti dengan mengurangi ukuran tahu yang diproduksi," jelasnya.
Saat ini, mata rantai bisnis tahu di Pasarbatang masih berjalan normal. Tahu-tahu tersebut didistribusikan secara keliling, disetor ke pasar tradisional, hingga mulai merambah ke sektor baru yang potensial, yakni memenuhi pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tingkat hilir, stabilitas ini membawa angin segar bagi para pedagang kecil. Supriyanto, seorang pedagang tahu keliling, mengaku harga beli di tingkat produsen masih sama dengan bulan lalu.
"Sampai hari ini belum ada dampak dari pelemahan rupiah. Saya masih membeli tahu dari produsen seharga Rp500 per butir, jadi harga jual ke masyarakat juga belum berubah," kata Supriyanto.
Meskipun rantai pasok saat ini dinilai masih aman, para perajin tahu di Brebes mendesak adanya pengawasan ketat terhadap stok kedelai nasional agar momentum pemulihan ekonomi di tingkat bawah tidak terganggu oleh spekulasi pasar.