Kamis, 02/04/2026, 23:17:06
Wali Kota Pekalongan Soal WFH ASN: Nanti Keenakan, Gaji Utuh tapi Tak Layani Warga
.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.

PanturaNews (Pekalongan) – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengkritik keras wacana penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Ia menilai kebijakan bekerja dari rumah berisiko memanjakan pegawai namun mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Aaf, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa kehadiran fisik di kantor merupakan kewajiban moral ASN sebagai pelayan masyarakat. 

Ia khawatir jika WFH diterapkan secara luas, produktivitas kerja akan menurun sementara beban anggaran negara untuk gaji tetap berjalan penuh.

"Saya termasuk yang tidak setuju dengan WFH ASN. Nanti ASN bisa jadi 'keenakan' tidak bekerja langsung melayani masyarakat, tetapi gaji tetap utuh," tegas Aaf kepada awak media, Kamis, 2 April 2026.

Menanggapi alasan penghematan energi dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering menjadi dasar usulan WFH, Aaf menawarkan alternatif lain. 

Menurutnya, efisiensi bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan meja kantor.

Ia mengusulkan agar Pemerintah Kota Pekalongan menerapkan hari-hari tertentu di mana para ASN diwajibkan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan.

"Kalau tujuannya hemat energi, ASN tetap masuk kantor, tetapi bisa diatur hari tertentu untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum," tuturnya.

Wali Kota juga menyoroti perbedaan karakteristik wilayah antara Pekalongan dengan kota-kota metropolitan. Ia menilai mobilitas di Pekalongan jauh lebih sederhana sehingga alasan kemacetan atau jarak tempuh yang jauh, seperti yang terjadi di Jakarta, tidak relevan untuk dijadikan alasan WFH.

"Kota Pekalongan ini kecil, tidak seperti Jakarta atau Surabaya. Jaraknya masih sangat memungkinkan ditempuh dengan sepeda atau jalan kaki," kata Aaf menjelaskan.

Meski demikian, Pemerintah Kota Pekalongan tetap memprioritaskan sistem kerja Work From Office (WFO). Kebijakan bekerja dari rumah disebutnya hanya akan menjadi opsi terakhir jika terjadi situasi darurat yang mendesak.

"WFH itu opsi terakhir. ASN kita masih sangat sanggup untuk bersepeda atau berjalan kaki, dan mereka juga tidak keberatan," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita