PanturaNews (Brebes) – Niat hati ingin cepat sampai di kampung halaman dengan menghindari kemacetan, sebuah keluarga pemudik asal Jakarta justru mengalami nasib nahas di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Satu unit mobil Toyota Kijang berpelat nomor B 7388 RS terjun ke sungai di Desa Ketanggungan, Sabtu (28/3/2026) petang.
Insiden ini terjadi setelah sang pengemudi, Yopi, mengikuti rute alternatif yang disarankan oleh aplikasi navigasi Google Maps.
Terjebak di Gang Sempit
Kejadian bermula saat Yopi bersama istri dan anaknya menempuh perjalanan mudik menuju Kebumen. Setibanya di wilayah Ketanggungan, mereka dihadapkan pada rekayasa lalu lintas satu arah (one way) yang diberlakukan petugas untuk mengurai kepadatan di jalur nasional Ketanggungan–Purwokerto.
Ingin mencari jalan pintas, Yopi kemudian mengaktifkan Google Maps. Bukannya diarahkan kembali ke jalur utama melalui Flyover Dermoleng, aplikasi tersebut justru menuntunnya masuk ke gang sempit di tengah pemukiman padat penduduk.
Petaka muncul saat jalan yang ia lalui ternyata tertutup karena ada warga yang sedang menggelar hajatan.
Tergelincir Saat Mundur
Lantaran jalan buntu, Yopi terpaksa harus memundurkan kendaraannya di jalanan yang sempit dan licin.
"Diarahkan sama Maps. Berhubung di depan ditutup karena ada hajatan, akhirnya disuruh mundur. Pas mundur itu, mungkin karena jalanannya licin bekas banjir, mobil jadi tergelincir," ungkap Yopi dengan nada lemas saat ditemui di lokasi kejadian.
Tanpa sempat mengerem, mobil tersebut hilang kendali hingga terperosok dan terjun ke aliran sungai yang berada di pinggir jalan desa tersebut.
Keluarga Selamat, Mobil Dievakuasi 2 Jam
Meski mobilnya ringsek di bagian bodi akibat terjatuh ke sungai, Yopi mengaku sangat bersyukur karena ia beserta istri dan anaknya berhasil keluar dari kendaraan dengan selamat sebelum posisi mobil semakin tenggelam.
"Alhamdulillah saya, istri, dan anak selamat. Memang ini diarahkan sama Maps," tuturnya penuh syukur.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya ke petugas di Pos Pantau Arus Mudik Flyover Dermoleng.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu sekitar dua jam sebelum akhirnya mobil derek berhasil mengangkat Toyota Kijang tersebut dari dasar sungai.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemudik lainnya agar tetap waspada dan tidak "buta" saat mengikuti arahan aplikasi navigasi, terutama saat diarahkan masuk ke jalan-jalan alternatif pedesaan yang belum tentu aman bagi kendaraan roda empat.