Minggu, 29/03/2026, 01:44:12
Banjir Menahun di Ketanggungan, Bupati Brebes Desak Solusi Permanen dan Normalisasi Sungai Babakan ke Kementerian PU
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa penanganan banjir akibat luapan Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan tidak bisa lagi hanya mengandalkan bantuan darurat. 

Hal tersebut menyusul intensitas banjir yang kian sering merendam permukiman warga setiap kali musim hujan tiba.

"Warga bukan hanya butuh bantuan darurat, warga butuh solusi permanen supaya banjir tidak terus berulang," ujar Paramitha saat meninjau langsung titik-titik terdampak banjir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Kecamatan Ketanggungan l, Kabupaten Brebes, Sabtu 28 Maret 2026.

Guna merealisasikan solusi permanen tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Fokus utama koordinasi ini adalah mempercepat proses normalisasi Sungai Babakan yang dinilai sudah mengalami pendangkalan parah sehingga tidak mampu lagi menampung debit air kiriman.

Paramitha mengungkapkan bahwa aspirasi warga Brebes telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Menteri PU bahkan telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau titik kerawanan dan menerima proposal teknis dari Pemkab Brebes.

"Penanganan akan dipastikan dimulai dari sektor muara sungai dengan alokasi anggaran mencapai Rp270 miliar," ungkap Paramitha.

Selain penanganan pada aliran sungai yang merupakan kewenangan pusat, Pemkab Brebes juga berkomitmen membereskan dampak infrastruktur di tingkat lokal.

Sejumlah ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat terjangkau luapan air akan segera masuk dalam agenda perbaikan jangka pendek.

Langkah ini diharapkan dapat memulihkan akses ekonomi warga Ketanggungan yang sempat lumpuh akibat genangan air.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Dani Asmoro merinci bahwa proposal tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari normalisasi Sungai Babakan, perbaikan tanggul, hingga rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat terjangan banjir. 

“Semua sudah kami sampaikan, termasuk kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti agar pemulihan berjalan lebih cepat,” pungkas Dani.

Adapun, dalam peninjauan tersebut, Menteri PU Dodi Hanggono mengecek kondisi tanggul Sungai Babakan di embung Desa Padakaton. Ia menegaskan bahwa strategi penanganan banjir akan difokuskan dari bagian hilir atau muara sungai terlebih dahulu, sebelum berlanjut ke wilayah hulu. 

Menurutnya, langkah ini penting agar aliran air dapat langsung mengalir lancar ke laut tanpa terhambat sedimentasi yang selama ini menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman dan jalan nasional.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita