Jumat, 06/03/2026, 02:28:41
Kanada Lirik Investasi Robotik dan Ketahanan Pangan di Jawa Tengah
.

PanturaNews (Semarang) — Pemerintah Kanada secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam penetrasi investasi di Provinsi Jawa Tengah. 

Tak tanggung-tanggung, sektor teknologi kesehatan berbasis robotik hingga modernisasi ketahanan pangan menjadi bidikan utama negara Amerika Utara tersebut.

Ambisi ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, saat melangsungkan pertemuan bilateral dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (5/3).

Dalam pertemuan tersebut, Dutton menekankan bahwa Kanada melihat potensi besar pada sektor kesehatan di Jawa Tengah. Salah satu tawaran yang paling menonjol adalah pengembangan sistem pengobatan berbasis robotik dan penguatan kapasitas tenaga medis.

"Universitas di Kanada siap bekerja sama dalam bidang kesehatan. Kami membuka peluang untuk pertukaran tenaga medis, pendidikan dokter, hingga teknologi kesehatan robotik," ujar Dutton.

Langkah ini dinilai strategis bagi Jawa Tengah yang tengah berupaya memodernisasi fasilitas kesehatan di berbagai daerah guna meningkatkan standar layanan publik.

Selain kesehatan, sektor pertanian menjadi primadona dalam diskusi tersebut. Mengingat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan yang menyumbang sekitar 16 persen kebutuhan nasional, Kanada menawarkan dukungan teknologi untuk efisiensi lahan.

"Kami melihat peluang besar untuk perdagangan dan investasi. Kanada memiliki keunggulan pada bahan baku pupuk dan teknologi pertanian modern yang bisa mendukung produktivitas petani di sini," terang Dutton.

Saat ini, Kanada juga telah menjalankan program pendampingan bagi petani skala kecil di Jawa Tengah untuk memastikan pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan dan optimal.

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik ketertarikan Kanada. Namun, ia memberikan catatan khusus terkait realisasi investasi Kanada yang saat ini masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara mitra lainnya.

Berdasarkan data DPMPTSP periode 2021–2025, Kanada masih berada di peringkat ke-49 sebagai investor di Jawa Tengah dengan total nilai investasi sebesar Rp4,35 miliar.

"Kanada saat ini masih berada di peringkat 40-an. Kami berharap ke depan ada peningkatan signifikan, terutama karena fokus kami di 2026 adalah penguatan ketahanan pangan demi swasembada nasional," tegas Luthfi.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025, Jawa Tengah berhasil membukukan realisasi investasi total mencapai Rp88,6 triliun. Luthfi berharap kehadiran investor seperti Kanada dapat mendongkrak angka tersebut melalui sektor industri kimia, farmasi, dan teknologi tinggi di tahun 2026.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita