PanturaNews (Tegal) - Belakangan ini masyarakat dihebonkan dengan adanya aplikasi Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan, yang mempermudah dalam pencarian. Hal itu dikatakan Dr Abudul Fikri Faqih, usai sambutan dalam Bimbingan Teknis Pemanfaatan AI untuk IKM di Kota Tegal. Hasil kolaborasi Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Hotel Premier Kota Tegal, Rabu 04 Maret 2026.
Sejumlah pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Tegal dikenalkan teknologi Artificial Intellegence (AI), Rabu, 4 Maret 2026 siang. Melalui kegiatan itu, mereka diharapkan mampu memanfaatkan teknologi itu untuk mendongkrak pemasaran produk mereka sendiri.
"Saat ini, perkembangan teknologi khususnya AI cukup hangat diperbincangkan, sayangnya banyak diantara kita yang jangankan menggunakan, paham saja tidak. Sehingga, kali ini kita perkenalkan kepada para pelaku IKM," kata anggota Komisi X DPR RI Dr Abdul Fikri Faqih, Rabu 04 Maret 2026.
Menurut Fikri, melalui kegiatan itu, para pelaku IKM akan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sehingga tidak tertinggal dengan daerah lainnya.
"Jadi ini dikenalkan untuk IKM, agar jangan sampai tertinggal karena yang lain sudah menggunakan AI. Kalau sudah ada pelatihan, maka bisa diketahui kelebihan dan kelemahan AI itu sendiri," ujarnya.
Politisi PKS itu mengungkapkan banyak sekali kegunaan teknologi AI. Seperti untuk branding atau bahkan untuk memasarkan produk-produk IKM itu sendiri.
"Sebenarnya penggunaan AI itu sendiri cukup mudah, tinggal memasukkan perintah menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga, ini bisa dimanfaatkan untuk membantu memasarkan produk dari IKM," terangnya.
Meski begitu, imbuh Fikri, memang ada juga kekurangan dalam penggunaan AI itu. Sehingga, perlu sikap kehati-hatian dalam menggunakannya dan tidak perlu semua dimasukkan sebagai input dalam penggunaan AI.
"Seperti data pribadi, itu jangan sampai semua diinput. Karena nantinya bisa disalahgunakan," pungkasnya.