Selasa, 24/02/2026, 12:16:20
Mahasiswa KKN UPB Inisiasi Pembuatan Rocket Stove di SMK Nurul Huda Paguyangan
OLEH: TIM KELOMPOK 11 KKN MAHASISWA UPB
.

MAHASISWA KKN Kelompok 11 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, melaksanakan program pembuatan rocket stove di SMK Nurul Huda Paguyangan, Kabupaten Brebes,  sebagai upaya mengurangi dampak pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik secara terbuka.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi penumpukan sampah plastik di lingkungan pembuangan sampah sekolah, termasuk botol dan kemasan sekali pakai. Selama ini, pengelolaan sampah tersebut masih dilakukan dengan cara dibakar di ruang terbuka.

Metode ini dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan polusi udara skala besar yang berdampak pada kesehatan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi pembuatan “rocket stove” sebagai alternatif pembakaran yang lebih terkontrol.

Rocket stove adalah tungku pembakaran dengan desain ruang bakar berbentuk huruf L yang memungkinkan sirkulasi udara lebih optimal. Dengan aliran udara yang terarah, proses pembakaran menjadi lebih efisien dan panas yang dihasilkan lebih tinggi. Hal ini membantu mengurangi asap dibandingkan pembakaran terbuka biasa. Mahasiswa bekerja sama dengan pihak sekolah terkait pendanaan dan proses pembuatan tungku tersebut dengan memanfaatkan bahan hebel sisa aktivitas pembagunan di SMK Nurul Huda yang sudah tersedia sebelumnya.

Mahasiswa KKN menegaskan bahwa program ini merupakan langkah kecil dan bersifat sementara. Hingga saat ini, di Desa Kretek belum tersedia sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih ramah lingkungan seperti fasilitas daur ulang recycling yang mudah diakses masyarakat.

Karena itu, untuk mengurangi penumpukan sampah dalam jangka pendek, rocket stove dinilai sebagai solusi yang strategis. Proses pembuatannya tidak memakan biaya besar, tidak membutuhkan tenaga yang rumit, dan dapat segera digunakan.

Adapun tujuan dari program ini adalah: -1. Mengurangi dampak polusi udara akibat pembakaran sampah secara terbuka. -2. Memberikan alternatif pembakaran yang lebih terkontrol dan efisien. -3. Meningkatkan kesadaran siswa dan warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. -4. Menjadi contoh inovasi sederhana berbasis kebutuhan lingkungan sekitar.

Dengan adanya rocket stove, diharapkan aktivitas pembakaran sampah dapat dilakukan dengan dampak asap yang lebih minimal dibandingkan metode sebelumnya. Pihak sekolah menyambut baik program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan.

Meski bukan solusi jangka panjang, langkah ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah yang dihadapi masyarakat.

Tim Kelompok 11 KKN UPB Kabupaten Brebes, di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Cinta Dwi Anjani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Nugroho tri yuliansah (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Aisya Renata Bahaswar (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), Isnaeni (Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

M. Khoerul Faqih (Fakultas Sains dan Teknologi), Pandu Apriyanto (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Kurniawati (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Nur Amalia Khasanah (Fakultas Sains dan Teknologi), Aulia Turrohmah (Fakultas Sains dan Teknologi).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita