...menghadirkan ruang aman untuk berekspresi, belajar mengenali emosi, serta membangun kembali rasa aman dan harapan...
MAHASISWA Program Studi Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan rangkaian program pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir melalui kegiatan trauma healing dan psikoedukasi bertajuk Rumoh Pulih.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan UNY Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis anak pascabencana, dengan menghadirkan ruang aman untuk berekspresi, belajar mengenali emosi, serta membangun kembali rasa aman dan harapan.
Inisiatif ini selaras dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3, tentang kesehatan dan kesejahteraan serta SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas.
Rangkaian kegiatan psikologi ini dilaksanakan secara bertahap pada Januari 2026, dan menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas 1-6 serta siswa Madrasah Diniyah di Desa Kebun Tanjung Seumantoh.
Kegiatan dimulai dengan Trauma Healing #1 berupa sesi berbagi dan psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) di SD Negeri Tanjung Seumantoh pada 13 Januari 2026. Selanjutnya, Children Trauma Healing #2 dilaksanakan pada 16 Januari 2026 melalui kegiatan melukis di kanvas dan menulis harapan pada Pohon Harapan yang berkolaborasi dengan Khairin Islamic School Medan.
Program ini kemudian dilanjutkan dengan sesi Rumoh Pulih pada 19 Januari 2026 yang berfokus pada psikoedukasi pascabencana banjir serta pengisian lembar kerja mengenai kebutuhan psikologis anak.
Pada 21 Januari 2026, mahasiswa kembali mengadakan Trauma Healing #3 dengan pengenalan emosi dan menggambar perasaan sebagai media ekspresi anak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelatihan Kader Siaga Rumoh Pulih pada 26 Januari 2026, yang membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar pertolongan pertama sederhana dan dukungan psikologis awal.
Program Rumoh Pulih dilatarbelakangi oleh kondisi anak-anak yang mengalami gangguan rutinitas belajar serta potensi kecemasan dan trauma akibat bencana banjir. Melalui pendekatan psikologis yang ramah anak, mahasiswa menghadirkan aktivitas seni, ruang berbagi, permainan ekspresif, dan psikoedukasi sederhana untuk membantu anak mengekspresikan emosi secara sehat.
Ketua pelaksana kegiatan, Rahmalina Rizky Nur Azizah, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar anak-anak memiliki ruang aman untuk pulih tanpa tekanan.
“Kami ingin anak-anak merasa didengar dan aman. Pemulihan bukan tentang melupakan bencana, tetapi tentang menguatkan kembali rasa aman, harapan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenali emosi, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar untuk saling menenangkan dan berani menolong ketika dibutuhkan.
Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya partisipasi anak dalam aktivitas belajar dan bermain, keberanian mengekspresikan perasaan, serta tumbuhnya empati dan dukungan sosial di antara mereka. Keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat turut memperkuat keberlanjutan proses pemulihan psikososial di lingkungan desa.
Pelaksanaan program Rumoh Pulih menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta, dalam mendukung pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.
Selain fokus pada pemulihan psikososial, mahasiswa KKN Kemanusiaan juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain, seperti pendampingan pendidikan melalui sekolah darurat, pembersihan fasilitas umum dan lingkungan desa, distribusi bantuan logistik, serta penyusunan peta kerawanan banjir sebagai upaya mitigasi bencana.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai bidang tersebut mencerminkan pendekatan pemulihan yang menyeluruh dan terintegrasi. Datok Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Wahyu Risma Novita, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, bantuan tenaga, maupun dukungan moral pascabencana.
Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, sekolah, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan KKN ini dapat menjadi fondasi awal bagi pemulihan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan masyarakat Desa Kebun Tanjung Seumantoh di masa mendatang.