PanturaNews (Brebes) — Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis, Fanny Shandra Desatian, langsung tancap gas di hari kedua menjabat.
Fanny melakukan monitoring dan evaluasi (monev) mendadak ke Kantor PDAB Unit Bergas PT Tirta Utama Jawa Tengah, Sabtu (7/2), guna mengawal perbaikan pipa jalur distribusi utama yang lumpuh akibat bencana.
Langkah ini diambil menyusul krisis pasokan air yang menghantam ribuan pelanggan di Kabupaten Brebes. Akibat banjir dan longsor pada 24 Januari lalu, pipa distribusi utama sepanjang 5 kilometer hancur di empat titik krusial.
Menurut Fanny, kerusakan ini bukan perkara sepele. Mengingat, dari data teknis menunjukkan penurunan pasokan air baku yang sangat drastis. Yakni debit normal 220 liter per detik (lps), dimana debit saat ini 100 lps. Bahkan defisit 120 lps (anjlok lebih dari 50%)
"Kami harus memastikan progres perbaikan berjalan ketat dan tanpa keterlambatan. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat Brebes yang terganggu akibat bencana," ujar Fanny di sela-sela kegiatannya.
Meski infrastruktur tersebut berada di bawah wewenang PDAB Unit Bergas (Perseroda), Fanny menegaskan pihak Perumda Tirta Baribis tidak akan tinggal diam sebagai penonton.
Ia meminta pihak pengelola untuk mempercepat pengerjaan yang saat ini baru memasuki tahap mobilisasi alat berat dan pipa HDPE.
Sadar bahwa warga tidak bisa menunggu hingga 18 Februari tanpa air, Fanny menginstruksikan langkah darurat. Beberapa diantaranya adalah dengan melakukan droping air bersih mengerahkan unit truk tangki ke wilayah terdampak parah.
Disatu sisi, pihaknya juga akan melakukan analisis jalur transmisi untuk menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water).
Pihaknya juga langsung membentuk Kelompok Kerja (Pokja) baru untuk menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan riil pelanggan.
Fanny juga menginisiasi pertemuan rutin bulanan antara PDAM Brebes, Tegal, dan Slawi bersama PDAB. Tujuannya agar pengambilan keputusan saat terjadi krisis lintas wilayah tidak lagi berbelit-belit.
"Institusi harus hadir, profesional, dan transparan. Kita pastikan layanan segera pulih total," pungkasnya.
Sementara, manager Regional Bergas PT Tirta Utama Jateng, Solimi, menargetkan perbaikan rampung pada 18 Februari 2026.
Namun, medan ekstrem di lereng perbukitan dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama di lapangan.