“Selama ini saya sering menemukan kasus perundungan di sekolah, dan kebanyak si korban tidak mau melapor..”
ISU perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, masih menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan. Seringkali, korban maupun saksi bullying merasa takut atau malu untuk berbicara secara langsung.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan mengambil langkah untuk mencegah kasus bullying dengan meluncurkan Gerakan Anti-Bullying.
Uniknya, gerakan yang dilaksanakan di SDN 03 Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, ini tidak hanya sekadar sosialisasi satu arah, melainkan menggunakan pendekatan psikologis yang mendalam melalui metode Expressive Writing (Menulis Ekspresif).
Expressive writing merupakan suatu proses terapi yang dalam penerapannya menggunakan metode menulis ekspresif, untuk mengungkapkan pengalaman emosional dan mengurangi stress yang dirasakan oleh individu sehingga dapat membantu memperbaiki kesehatan fisik, menjernihkan pikiran, memperbaiki perilaku dan menstabilkan emosi.
Penggunaan aktifitas menulis dalam terapi merupakan suatu pilihan terapi dengan menggunakan teknik sederhana, murah, tidak membutuhkan umpan balik, bebas dari aturan bahasa, bersifat personal dan bebas dari kritik
Metode ini terbilang efektif bagi anak-anak untuk mengeluarkan emosi yang terpendam. Seringkali, korban maupun saksi bullying merasa takut atau malu untuk berbicara secara langsung.
Seperti yang dikatakan Fuad selaku KORMADES (Koordinator Mahasiswa Desa) Pagojengan;
“Selama ini saya sering menemukan kasus perundungan di sekolah tingkat dasar, dan kebanyak si korban tidak mau melapor kepada guru atau orang tuanya, dan kami harap dengan ini dapat memimalisir kasus bullying dan anak-anak berani jika mengalami perundungan.”
Gerakan anti bullying ini diikuti oleh siswa kelas lima SDN 03 Pagojengan dengan antusias, dimulai dari rangkaian kegiatan pengenalan mengenai apa itu bullying, jenis-jenisnya (fisik, verbal, hingga siber), serta dampak buruknya bagi mental seseorang.
Setelah itu, siswa diminta menuliskan pengalaman pribadi, perasaan mereka saat melihat atau menjadi korban perundungan, serta harapan mereka dan pesan-pesan positif untuk teman sejawat dengan selembar kertas yang kemudian di tempelkan di depan kelas.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini, diharapkan SDN Pagojengan bisa menjadi lingkungan yang nihil perundungan (zero bullying), sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman dan penuh rasa kekeluargaan.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).