Mindful Media: Seni Nafas Beteyco dan Hypnoterapy
KOMUNITAS Langkah perempuan hadir memberikan solusi buat para perempuan hebat yang selalu merasa belum ada ruang untuk didengar, luka batin di masa lalu, dan polh hidup yang hilang arah karena kesibukan dan peran multitasking yang membuat diri belum sepenuhnya terima.
Sejumlah 60 perempuan dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan Workshop Mindful Women, Mindful Media: Seni nafas Beteyco dan Hypnoterapy yang diadakan di Ballroom Hotel Salsa Dalila, Bumiayu, Brebes, Sabtu 31 Januari 2026.
Acara ini menjadi ruang refleksi dan pemulihan batin bagi perempuan di tengah tuntutan peran sosial, keluarga, dan pekerjaan yang kian kompleks.
Pemateri utama kegiatan tersebut Adnan Yusufi, dosen sekaligus praktisi hypnoterapy, Dalam paparannya, Adnan menekankan bahwa mindfulness dan hypnoterapy bukan sekadar teknik relaksasi, melainkan metode ilmiah yang membantu individu berdamai dengan pikiran bawah sadar, mengelola emosi, serta membangun kesadaran diri secara utuh.
“Perempuan sering kali kuat untuk orang lain, tetapi lupa memberi ruang bagi dirinya sendiri. Hypnoterapy mindfulness membantu perempuan kembali terhubung dengan dirinya, menyembuhkan luka batin, dan menemukan ketenangan, semua itu mudah, asal tau caranya apalagi dengan Cinta” ujar Adnan Yusufi di hadapan peserta.
Acara berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak mengikuti sesi praktik mindfulness dengan pernafasan buteyco dan hypnoterapy ringan. Suasana ballroom yang tenang dan tertata mendukung peserta untuk lebih fokus, rileks, dan terbuka terhadap proses penyadaran diri.
Sejumlah peserta mengaku merasakan perubahan emosional setelah mengikuti sesi tersebut. Beberapa di antaranya dengan acara tersebut akhirnya suara an isak tangis bisa didengar dan diterima, tidak dihakimi, tidak melulu diangga lemah, lebih tenang, lega, dan mampu memahami perasaan yang selama ini terpendam.
Kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini yang kerap menghadapi tekanan psikologis, baik di ranah domestik maupun publik.
Ketua komunitas, Resa Frafela Rosmi, menyatakan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran kesehatan mental perempuan. Ke depan, program serupa direncanakan akan digelar secara berkelanjutan sebagai ruang aman, edukatif, dan suportif bagi perempuan untuk bertumbuh secara mental dan spiritual.
Dengan adanyanya komunitas Langkah perempuan akan menjadi sarana pengembangan diri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan sebagai fondasi penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sehat dan juga sarana tebar manfaat, kebaikan dan keberkahan.