Minggu, 01/02/2026, 08:55:25
Gotong Royong yang Tak Pernah Usang: Mahasiswa-Warga Sambut Ramadhan dengan Kerja Bakti Rutin
OLEH: TIM KELOMPOK 12 KKN MAHASISWA UPB
.

PAGI di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak hanya dimulai dengan aktivitas warga, tetapi juga dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, kembali menyatu bersama masyarakat dalam kerja bakti rutin bulanan.

Menjelang bulan suci Ramadhan, kegiatan sederhana ini menjelma menjadi bentuk persiapan sosial dan spiritual yang sarat makna. Di tengah arus individualisme yang kian terasa, suara sapu lidi yang bergesekan di jalan desa Pagojengan justru menghadirkan harapan.

Setiap bulan, tanpa seremoni berlebihan, mahasiswa KKN UMP dan UPB turun langsung bersama warga. Mereka berkeringat, tertawa, dan bekerja bahu-membahu dalam kegiatan kerja bakti rutin kali ini dengan makna yang lebih dalam.

Kerja bakti yang dilaksanakan di Desa Pagojengan bukan sekadar aktivitas bersih-bersih lingkungan. Hal ini menjadi salah satu ruang perjumpaan antara generasi muda dan masyarakat, antara ilmu akademik dan kearifan lokal.

Mahasiswa KKN UMP dan UPB tidak hadir sebagai “tamu pintar”, melainkan sebagai bagian dari warga desa yang ikut menjaga ruang hidup bersama.

Menariknya, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin setiap bulan. Konsistensi inilah yang patut diapresiasi. Kerja bakti tidak lagi bersifat seremonial atau hanya dilakukan menjelang acara besar, melainkan menjadi budaya kolektif yang terus dirawat.

Menyambut Ramadhan, kegiatan ini terasa semakin relevan lingkungan dibersihkan, hati dipersiapkan, dan kebersamaan diperkuat.

Mahasiswa KKN yang mengikuti kerja bakti menjadi pembelajaran sosial yang tidak ditemukan di ruang kelas. Mereka belajar tentang nilai gotong royong, komunikasi lintas generasi, serta pentingnya kehadiran nyata di tengah masyarakat. Sementara bagi warga Pagojengan, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru, energi muda, dan rasa bahwa desa mereka diperhatikan.

Opini publik sering kali menyoroti KKN hanya dari sisi program kerja atau luaran kegiatan. Namun, kerja bakti bersama seperti ini justru menunjukkan esensi KKN yang sesungguhnya  untuk membaur, berkontribusi, dan tumbuh bersama masyarakat. Apalagi ketika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Menyambut bulan suci Ramadhan, kerja bakti ini menjadi simbol kesiapan lahir dan batin. Lingkungan yang bersih mencerminkan niat yang jernih, sementara kebersamaan yang terjalin menjadi modal sosial yang berharga. Desa Pagojengan memberi contoh bahwa gotong royong bukan tradisi usang ia hanya menunggu untuk terus dihidupkan.

Kolaborasi Mahasiswa KKN UMP, UPB, dan warga desa Pagojengan membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana menyapu jalan bersama, mengangkat sampah bersama, dan menjaga nilai kebersamaan bersama.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita