PanturaNews (Brebes) – Kepolisian Sektor Losari memastikan bahwa kabar mengenai aksi pengeroyokan dan pembacokan di Desa Losari Lor yang viral di media sosial adalah berita bohong atau hoaks.
Fakta sebenarnya, korban mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal pada Sabtu (24/1/2026) sore.
Kanit Reskrim Polsek Losari, Aiptu Didik Agung Setyawan, menegaskan bahwa luka-luka yang diderita korban berinisial B.I.K beserta rekannya murni akibat terjatuh dari motor, bukan karena serangan senjata tajam.
"Kami sudah cek TKP dan periksa saksi-saksi. Tidak ada pengeroyokan. Isu yang beredar itu tidak benar. Korban luka karena motornya menabrak batu lalu jatuh," ujar Aiptu Didik, Rabu 28 Januari 2026.
Bukti CCTV dan Kronologi
Polisi bergerak cepat dengan memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk menghindari keresahan warga. Dalam rekaman tersebut terlihat:
1. Motor Honda Beat yang ditumpangi tiga orang melaju lalu kehilangan kendali.
2. Motor menabrak batu di pinggir jalan dan terjatuh.
3. Memang sempat terlihat ada lemparan benda dalam rekaman, namun polisi memastikan benda tersebut tidak mengenai korban dan bukan penyebab jatuhnya motor.
Keluarga Menolak Autopsi
Pihak keluarga korban juga telah mengklarifikasi bahwa mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah kecelakaan. Mereka telah menandatangani surat pernyataan menolak autopsi dan tidak akan menuntut pihak manapun.
Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Unit Laka Satlantas Polres Brebes untuk penanganan lebih lanjut terkait prosedur medis.
Imbauan Polisi
Polsek Losari mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi.
"Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan cek kebenarannya sebelum ikut menyebarkan agar tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat," katanya.