AKUNTANSI sering kali diidentikkan sebagai jurusan yang hanya berkutat dengan angka, bahkan dianggap sekadar "menghitung uang". Padahal, cakupannya jauh lebih luas. Mahasiswa akuntansi dididik untuk menguasai manajemen, sistem informasi, perpajakan, hingga pengauditan.
Meskipun setiap perusahaan pasti membutuhkan akuntan, lulusan baru perlu strategi yang tepat agar tidak hanya sekadar bekerja, tetapi mampu beradaptasi dan bertahan (survive) di industri yang dinamis. Berikut adalah beberapa langkah krusial yang perlu dipersiapkan:
-1. Perkuat Hard Skill dan Penguasaan Teknologi
Memahami prinsip dasar akuntansi adalah fondasi, namun penguasaan teknologi adalah akseleratornya. Kamu perlu akrab dengan berbagai software akuntansi:
SAP (Systems, Applications, and Products): Perangkat lunak ERP ini merupakan standar di perusahaan besar atau multinasional karena kemampuannya mengelola data keuangan masif secara terintegrasi dan global.
Cloud Accounting (Xero & QuickBooks): Saat ini banyak perusahaan startup dan menengah beralih ke sistem berbasis awan (cloud) karena fleksibilitasnya.
Update tentang MYOB: Meskipun MYOB pernah sangat populer di Asia Pasifik, saat ini banyak perusahaan besar mulai beralih ke sistem yang lebih terintegrasi. Namun, memahaminya tetap menjadi nilai tambah, terutama untuk perusahaan skala menengah.
-2. Kembangkan Soft Skills yang Relevan
Kemampuan teknis saja tidak cukup. Sebagai akuntan, kamu akan sering berinteraksi dengan divisi lain untuk menjelaskan angka-angka. Oleh karena itu, kamu butuh:
Problem Solving & Berpikir Kritis: Untuk menganalisis ketidaksesuaian data dan memberikan solusi strategis.
Manajemen Waktu: Terutama saat menghadapi periode closing (penutupan buku) yang penuh tekanan.
Komunikasi Efektif: Agar dapat menyampaikan laporan keuangan yang rumit menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pihak manajemen.
-3. Keaktifan, Inisiatif, dan Sertifikasi
Dunia kerja adalah tempat belajar yang sesungguhnya. Jangan ragu untuk mencari mentor di kantor yang bisa membimbingmu. Selain itu, tingkatkan nilai jualmu dengan mengambil sertifikasi profesional seperti:
CPA (Certified Public Accountant) jika ingin fokus di bidang audit. CMA (Certified Management Accountant) untuk fokus pada akuntansi manajemen. CA (Chartered Accountant) atau Brevet Pajak A/B yang sangat relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.
-4. Pahami Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki "aturan tidak tertulis". Luangkan waktu untuk mengamati cara tim bekerja, norma-norma yang berlaku, serta bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan.
Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, akan mempermudah koordinasi tugas dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif.