ISTILAH debit dan kredit sering kali membuat banyak orang langsung mengerutksan dahi terutama dalam pencatatan keungan. Menurut kieso dkk (2018: 71) menyatakan bahwa pencatatan keuangan adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengukur setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu entitas kedalam catatan akuntansi secara kronologi dan berkesinambungan.
Sehingga dapat di lihat sehatnya suatu peruasahan, menyediakan informasi keuangan yang akurat dan dapat dipercaya bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan.
Kelasaahan yang sering terjadi adalah menganggap debet selalu berarti uang masuk dan kredit berarti uang keluar. Menurut Weygandt dkk (2028: 73) menyatakan bahwa debet adalah sisi kiri pencatatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat penambahan asset dan beban serta mengurangi kewajiban dan modal, kredit adalah sisi kanan pencatatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat penambahan kewajiban, modal, dan pendapatan, serta pengurangan asset dan beban.
Keduanya digunakan dalam sistem pembukuan agar setiap transaksi dicatat secara seimbang. di dalam laporan laba rugi dimana debit biasanya didapatkan dari kerugian dan pengeluaran suatu perusahaan, sedagkan kredit biasanya dicatatkan dari pemasukan dan laba yang diperoleh Perusahaan.
Selain hal hal yan di sampaikan diatas, yang juga patut menjadi perhatian adalah memahami debit kredit secara logika dalam pencatatan keuangan. Debit dan kredit bukan hanya uang masuk dan uang keluar tetapi adanya debit dan kredit menunjukan posisi pencatatan, perlu diketahui bahwa debit dan kredit harus seimbang. Untuk kunci utamanya bukan menghafal, melainkan memahami alur dan logika transaksinya.
Yang perlu kita perhatikan bersama solusi mengatasi ketidak fahaman mengenai debit dan kredit dengan tips, fokus pada posisi pencatatan; debit selalu di kiri dan kredit selalu di kanan, gunakan jurnal umum; untuk Latihan transaksi agar terbiasa dengan sisi debit dan kredit, gunakan media pembelajaran; artikel dan video pembelajaran, pahami konsep dasar; saldo normal akun.
Dibalik istilah yang didengar teknis, tersimpan logika sederhana tentang keseimbangan dan keteraturan, ketika dipahami dengan benar akuntansi tidak lagi rumit,melainkan menjadi alat penting saat pencatatan keuangan.