Minggu, 11/01/2026, 14:44:23
Batik Sebagai Warisan Budaya Lokal Nusantara, Simbol Kekayaan Budaya Indonesia
OLEH: DEDE NILNA AI’LATUL KHIYAROH
.

BATIK merupakan salah satu seni dan budaya yang di miliki oleh Indonesia. Di jelaskan oleh J.L.A Brandes sebagai satu dari sepuluh kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Jawa pada khususnya sebelum masuknya budaya India (Haryono, 2008: 79, dikutip dalam jurnal Aruman, 2015).

Kita sebagai penerus budaya batik nusantara harus bisa dan mengelola agar tetap terjaga, menjadikan nilai warisan yang tinggi serta unik dan mewakili teradisi yang sangat luar biasa yang dapat mencontohkan hasil karya batik budaya lokal.

Warisan budaya batik nusantara menjadikan simbol kekayaan yang di miliki oleh budaya Indonesia yang menjadikan warisan turun temurun dari nenek moyang, selain itu batik bukan hanya sekedar kain yang memiliki motif tetapi juga hasil karya budaya yang lahir dengan proses panjang melewati sejarah kekreatifan masyarakat dalam membuatnya menjadikan nilai kreativitas dalam kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Definisi batik terdahulu yaitu batik adalah bahan kain tekstil dengan pewarnaan menurut corak khas Indonesia dengan menggunakan lilin batik sebagai zat perintang warna. (Kardi, 2005).

Batik menggandung makna yang dalam bahwa kain batik eksprensi tradisi, ritual adat dan keahlian tradisional, batik juga tidak hanya di gunakan untuk acara formal saja melainkan bisa serta cocok di gunakan untuk kondangan, festival pertunjukan ,rapat kantor bahkan di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ini kita dapat mempertahankan warisan budaya batik, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia.

Observasi ini di laksanakan di ‘RUMAH BATIK JUST2 AAN DARMAWATI’ Bentar sari Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, disusun oleh Dede Nilna Ai’Latul Khiyaroh dari FKIP program studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Kabupaten Berebes, Jawa Tengah.

Makna simbolik digambarkan dalam kain batik melalui ragam hias, warna, serta setiap motif yang unik memiliki makna tersendiri, ada beberapa cara dalam membuat batik, yang pertama dengan menyiapkan bahan-bahan dan alat yang di gunakan, menggunakan bahan-bahan yang premium serta berkualitas tinggi seperti kain mori, malam/lilin, pewarna batik, soda ash, alat-alat yang digunakan seperti kompor kecil/ gas, wajan kecil khusus batik, canting, gawang, baskom 2 biah untuk mewarnai, panci besar.

Lalu ke cara pembuatan, kain dipola sesuai dengan motif yang di inginkan, kain di pola lagi dengan menggunakan canting dan malam atau lilin yang sudah dilelehkan di atas kompor dengan wajan, kain di celupkan ke dalam pewara batik jika sudah meresap lalu kiriskan.

Kian di lorong dengan menggunakan air mendidih di panci besar yang sudah di masukan soda ash untuk memudahkan lunturnya malam dari lilin atau kain, kain di cuci bersih, kain di jemur dengan di angin-anginkan hingga kering, kain dilipat/disetrika lalu di paking siap di jual.

Sedikit cerita tentang batik salem atau yang di kenal dengan batik berebesan ini adalah sejarah dari nenek moyang yang dulu selalu bergerak menutupi waktu luangnya di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan bertani, batik salem dari leluhurnya di wariskan secara turun temurun sampai kepada anak cucu dan masih berjalan hingga sekarang.

Batik yang di buat di tempat/atau rumah pengrajin masing-masing (hoom industry) dan di kerjakan oleh para ibu-ibu serta anak perempuan, batik salem memiliki ciri khas dengan yang lainnya.

Selain warnanya dan coraknya, batik salem ini memiliki warna hitam dan coklat untuk mempercantik warna pada batik, secara umum batik salem juga terinspirasi dari berbagai tanaman dan tumbuhan yang berada di sekitar wilayah mereka, adapun nama-nama motif pada batik seperti, motif kopi pecah, manggar, ulel kangkung, gribig dingding dan yang lainya.

Dengan cerita di atas bahwa kita harus mengembangkan warisan budaya yang ada, selain itu juga dengan adanya pembuatan batik dapat menambah lowongan pekerjaan dan membatu perekonomian pada masyarakat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita