Sabtu, 10/01/2026, 21:50:40
Edukasi Pembuatan Genteng Soka Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Desa Pancasan
OLEH: FERDY ARDIANSYAH SAPUTRO
.

PENELITIAN ini dilaksanakan oleh Ferdy Ardiansyah Saputro, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Penulisan artikel ini merupakan bagian dari kegiatan observasi lapangan mengenai edukasi pembuatan genteng soka sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pancasan yang dilaksanakan pada tahun 2025.

Kegiatan observasi dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat pengrajin genteng soka Desa Pancasan dengan melibatkan warga sebagai subjek utama. Observasi difokuskan pada proses produksi genteng soka, peran edukasi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, serta dampaknya terhadap kemandirian dan perekonomian warga desa.

Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini diperoleh melalui pengamatan langsung, interaksi dengan masyarakat pengrajin, serta kajian terhadap proses pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam kegiatan edukasi pembuatan genteng soka.

Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pancasan terus dilakukan melalui edukasi pembuatan genteng soka, salah satu produk unggulan berbahan dasar tanah liat yang telah menjadi mata pencaharian warga secara turun-temurun. Kegiatan edukasi ini dinilai mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Genteng soka tidak hanya berfungsi sebagai bahan bangunan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila dikelola secara berkelanjutan. Melalui proses edukasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai teknik produksi yang lebih efisien, peningkatan kualitas hasil genteng, serta pengelolaan usaha sederhana agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.

Dalam praktiknya, edukasi pembuatan genteng soka dilakukan melalui pelatihan langsung dan pendampingan kepada kelompok pengrajin. Proses ini mencakup pemilihan bahan tanah liat, teknik pencetakan, pengeringan, hingga pembakaran genteng agar menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama. Selain itu, transfer pengetahuan antar generasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tradisional tersebut.

Dorongan masyarakat untuk mengembangkan usaha genteng soka tidak terlepas dari kebutuhan ekonomi keluarga. Pembuatan genteng menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian warga Desa Pancasan, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Aktivitas produksi yang dilakukan secara kolektif juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga.

Lingkungan desa yang sejak lama dikenal sebagai sentra pengrajin genteng turut membentuk pola pikir dan motivasi masyarakat. Warga yang berada di lingkungan pengrajin cenderung memiliki ketertarikan untuk mempelajari proses produksi secara lebih mendalam. Keberhasilan beberapa pengrajin dalam meningkatkan taraf hidup keluarga menjadi contoh nyata yang mendorong warga lain untuk terus berinovasi.

Selain aspek ekonomi, kegiatan pembuatan genteng soka juga memberikan manfaat sosial dan jasmani. Proses produksi yang melibatkan berbagai tahapan membutuhkan kerja sama, ketekunan, serta kedisiplinan kerja. Aktivitas ini menjadi bentuk kerja produktif yang bernilai ekonomi sekaligus melatih keterampilan fisik masyarakat.

Dalam edukasi tersebut, pendekatan berbasis proyek turut diterapkan agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memahami setiap proses produksi. Masyarakat diajak merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembuatan genteng secara sistematis. Melalui metode ini, warga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha genteng soka secara mandiri.

Tahapan kegiatan dimulai dari eksplorasi minat masyarakat, observasi langsung proses produksi, penggalian ide inovasi, hingga pelaksanaan proyek sederhana seperti perbaikan teknik pencetakan atau pengaturan waktu pengeringan. Hasil kegiatan kemudian disajikan dalam bentuk laporan atau presentasi sederhana sebagai bahan evaluasi dan pengembangan usaha.

Dengan adanya edukasi pembuatan genteng soka, masyarakat Desa Pancasan diharapkan semakin sadar akan potensi lokal yang dimiliki. Tidak hanya sebagai warisan budaya, genteng soka juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Sumber: Priyanto, Sony Heru. “Mengembangkan Pendidikan Kewirausahaan di Masyarakat.” Andra gogia-Jurnal PNFI, Vol.1, No.1, Nopember 2009. -Jackson, Schuler, Werner. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Managing Human resource. Terjemahan. Buku-1. Edisi 10. Jakarta : Salemba Empat, 2010)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita