Kamis, 08/01/2026, 15:49:58
SD Panggung 5 Kota Tegal Ambruk, Siswa Belajar di Teras. Agung Widyantoro: Saya Prihatin
Sekolah Ambruk
LAPORAN JOHARI

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Agung Widyantoro, S.H,.M.Si. tinjau siswa SD belajar di teras.

PanturaNews (Tegal) - Memprihatinkan, Sekolah Dasar (SD) Negeri Panggung 5 Kota Tegal, Jawa Tengah ambruk, terpaksa siswa belajar di teras (eks lahan parkir).

Kepala SD Panggung 5 Sofiyani mengatakan, dari tahun 2024 kondisi atap sekolah sudah rapuh. Hal itu membuat siswa belajar tidak nyaman. Ketika dicek oleh DPUPR ternyata bagian atapnya tidak ada rangka besinya, karena membahayakan akhirnya dibongkar. 

"Pada tahun 2024, kondisi bangunan sudah tidak layak, bagian atapnya melengkung. Akhirnya tahun 2025 seluruh bangunan dirobohkan," kata Sofiyani.

Pihak sekolah sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, namun karena anggarannya terbatas maka pembangunan ditunda.

Untuk sementara siswa belajar di ruang terbuka yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir motor para guru. Ruangan tersebut dibagi menjadi tiga kelas. Sehingga tidak representatif untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab saat turun hujan, kelas sementara tersebut sering kali terkena cipratan air hujan.

"Yang belajar di teras atau lahan parkir yakni kelas 1, 2 dan 5. Kalau hujan tentunya terkena air hujan," ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Solahuddin menjelaskan, robohnya bangunan ruang kelas dan ruang guru karena konstruksi rangka atap tidak ada besinya.

"Bangunannya tidak ada kerangka besi, cuma bata merah yang ditebalkan," kata Solahudin.

Namun demikian, dinas telah mengajukan anggaran untuk pembangunan namun ditangguhkan karena anggaran terbatas.

Anggota Komisi X DPR RI Dr. Agung Widyantoro, S.H,.M.Si didampingi anggota DPRD Kota Tegal Arie Prima Setyoko, S.E, S.Psi, saat melihat secara langsung kondisi bangunan ruang kelas dan ruang guru di SD Paggung 5 yang roboh dan siswa belajar di teras, merasa prihatin, Kamis 08 Januari 2026.

"Informasinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal dan DPRD Kota Tegal sudah mencoba untuk membangun kembali, namun terkendala anggaran yang terbatas," kata Agung, Kamis 08 Januari 2026.

Pastinya Komisi X DPR RI akan mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk merespon hal tersebut. Tidak hanya bangunan ruang kelas dan ruang guru saja yang dianggarkan. Tetapi juga satu paket dengan ruangan lain seperti toilet dan ruang UKS. 

 

"Saya juga prihatin ketika melihat meja siswa masih menggunakan meja kayu model lama atau jadul, meja zaman saya sekolah dulu," ujarnya.

Pastinya akan dianggarkan sesuai kebutuhan, yakni pembangunan ruangan, lengkap dengan sarana prasarananya seperti meubeler.

"Saya akan mendorong Kementerian terkait dan saya juga meminta dari dinas dan sekolah untuk bisa mengawal proses penganggaran dan pembangunannya nanti," pungkas Agung.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita