PanturaNews (Brebes) – Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono, memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di kalangan seniman terkait kabar pembatalan waktu pelantikan Dewan Kesenian Brebes (DKKB) yang disebut-sebut disampaikan oleh ketua panitia pelantikan.
Pamor menegaskan bahwa hingga saat ini belum pernah ada penetapan resmi susunan kepengurusan DKKB, sehingga tidak tepat jika disebut terjadi pembatalan pelantikan.
“Tidak ada pembatalan, karena memang belum ada penetapan,” tegas Pamor saat dikonfirmasi Poskotaonline, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, sejak terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Brebes, dirinya telah melakukan komunikasi dan musyawarah dengan sejumlah pihak, termasuk mengajak anggota DPRD Kabupaten Brebes, Ferry Angrianto dan Heri Pasaribu, untuk terlibat dalam struktur kepengurusan.
“Sejak bulan November saya sudah mengajak Saudara Ferry Angrianto dan Saudara Heri Pasaribu untuk mengisi posisi sekretaris dan bendahara. Alhamdulillah, keduanya berkenan,” ujar Pamor.
Dalam rancangan awal kepengurusan, Pamor menyebutkan dirinya sebagai ketua umum, Ferry Angrianto sebagai sekretaris, dan Heri Pasaribu sebagai bendahara. Sementara itu, sejumlah anggota DPRD direncanakan mengisi posisi Dewan Pakar.
“Untuk KSB itu, ketua umumnya saya, sekretaris Bung Ferry, dan bendaharanya Bung Heri Pasaribu,” jelasnya.
Pamor mengaku baru mengetahui adanya informasi pembatalan pelantikan DKKB dari sesama seniman. Ia menegaskan bahwa secara formal Dewan Kesenian Daerah Brebes belum pernah menggelar rapat untuk membahas maupun mengesahkan susunan kepengurusan.
“Belum ada rapat tentang susunan kepengurusan. Jadi tidak mungkin ada pembatalan, karena draft kepengurusan masih ada pada saya,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses komunikasi dengan Ferry Angrianto dan Heri Pasaribu terdokumentasi dengan baik.
“Semua ada dokumentasinya. Kami bertemu dan sepakat sejak November,” tambah Pamor.
Menanggapi spekulasi yang mengaitkan struktur Dewan Kesenian dengan dinamika politik salah satu partai—terutama karena Ferry Angrianto dan Heri Pasaribu menempati posisi serupa di struktur DPC partainya—Pamor menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar konteks kesenian.
“Saya pertegas, ini di luar dinamika politik. Dewan Kesenian itu soal bagaimana kita kompak, rukun, dan guyub untuk menghidupkan denyut jantung kesenian, khususnya di Kabupaten Brebes,” tandasnya.
Pamor juga menyampaikan bahwa dirinya kembali berkomunikasi dengan Ferry Angrianto dan memastikan komitmen yang bersangkutan tetap utuh.
“Barusan saya komunikasi dengan Bung Ferry, dan yang bersangkutan tetap siap serta berkomitmen berada di Dewan Kesenian,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Pamor menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap sektor kebudayaan dan kesenian.
“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Brebes wajib hukumnya untuk menganggarkan sebesar-besarnya demi kepentingan dan kemajuan kesenian di Kabupaten Brebes,” pungkas Pamor.