Rabu, 10/12/2025, 06:49:35
Sosialisasi Empat Pilar. Legislator PKS: Empat Pilar Kebangsaan Harus Dihayati, Bukan Hanya Simbol
DR. H. ABDUL FIKRI FAQIH
LAPORAN SL. GAHARU

Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Dr. H. Abdul Fikri Faqih Sosialisasi Empat Pilar di Kota Tegal. (Foto: Dok/Humas PKS)

PanturaNews (Tegal) - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., menekankan pentingnya penghayatan substantif terhadap nilai-nilai kebangsaan agar tidak sekadar menjadi simbol atau jargon semata.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Kota Tegal, Sabtu (6/9/2025), demi memperkuat karakter bangsa di tengah tantangan zaman.

Di hadapan para peserta yang terdiri dari pengurus PKS setempat, Fikri menegaskan bahwa keempat konsensus dasar kebangsaan -Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika- merupakan fondasi krusial bagi tegaknya negara.

Ia mengingatkan bahaya jika nilai-nilai fundamental tersebut, hanya berhenti pada tataran wacana tanpa implementasi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pilar-pilar ini adalah fondasi kebangsaan kita. Jika hanya menjadi jargon, maka rapuh. Tapi jika dihayati dan dijalankan, itulah yang menjadikan kita kuat dan utuh sebagai bangsa," katanya.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional MPR RI untuk membangun kesadaran kolektif ini berlangsung dinamis dan interaktif. Forum diisi dengan diskusi terbuka mengenai berbagai isu kebangsaan terkini yang relevan dengan kondisi masyarakat, mulai dari potensi ancaman intoleransi, pengaruh masif media sosial terhadap rasa nasionalisme anak muda, hingga pentingnya menjaga kerukunan di tengah realitas keberagaman budaya Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Fikri juga secara khusus mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ia berharap nilai luhur warisan nenek moyang ini benar-benar menjadi praktik hidup sehari-hari, bukan hanya sekadar slogan yang sering didengungkan.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini menilai Kota Tegal, yang dikenal dengan karakteristik masyarakatnya yang plural dan dinamis, memiliki posisi sangat strategis dalam upaya penguatan pemahaman Empat Pilar.

Dalam konteks ini, Fikri menggarisbawahi bahwa ketahanan ideologi dan sosial masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan elite, tetapi harus dibangun secara kokoh dari akar rumput, dimulai dari lingkungan terkecil di desa dan kecamatan.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa tugas menjaga keutuhan Indonesia adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Fikri menutup kegiatan dengan ajakan agar masyarakat terus merawat semangat persatuan dan kebhinekaan demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat di masa depan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita