Jumat, 17/10/2025, 21:08:13
Aksi Bela Kyai Bela Pesantren : Ini Bukan Hanya Soal Brebes, Ini Gerakan Nasional
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ratusan santri, kyai, dan masyarakat Brebes turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk “Bela Kyai, Bela Pesantren”, sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelecehan terhadap pesantren oleh salah satu program televisi nasional, Trans7 di Alun-alun Brebes.

PanturaNews (Brebes) — Ratusan santri, kyai, dan masyarakat Brebes turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk “Bela Kyai, Bela Pesantren”, sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelecehan terhadap pesantren oleh salah satu program televisi nasional, Trans7.

Aksi yang dipusatkan di Alun-Alun Brebes itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Musyafa, Anggota DPRD Jawa Tengah, serta para pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat. 

Hadir pula Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Musyafa, anggota DPRD Brebes, Zubad Fahillatah, Anggota Fraksi PPP Nuridin, dan Anggota Fraksi Gerindra Ahmad Gufron Haryanto serta lainnya.

Dalam orasinya, Musyafa menegaskan bahwa penghinaan terhadap pesantren bukan persoalan lokal semata, melainkan telah menyentuh martabat pesantren secara nasional.

“Kalau kita diam saja, maka pesantren, kyai, dan santri akan terus diinjak-injak, diremehkan, dan direndahkan. Ini bukan hanya soal Brebes, ini gerakan nasional. Hari ini di Brebes, besok bisa di mana saja. Santri tidak akan tinggal diam saat kyainya dilecehkan,” tegas anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Musyafa yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur 

Sebelum orasi, massa mengawali aksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Wathon Minal Iman. 

KH. Nurudin dalam orasinya mengatakan bahwa pesantren adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa dan tidak boleh direndahkan oleh pihak manapun. 

Anggota Fraksi PPP DPRD Brebes ini, menyerukan penutupan Trans7 dan meminta pihak berwenang menindak tegas pelanggaran tersebut.

Ketua DPC PKB Brebes, Zubad Fahillatah, menambahkan bahwa langkah hukum saja tidak cukup. “Santri bukan budak kyai, tapi kita tidak akan biarkan marwah pesantren diinjak. Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti, kami siap macetkan Pantura,” ujarnya.

Sementara itu, Forum Peduli Pesantren Kabupaten Brebes, yang digawangi oleh Akhmad Sururi, menginisiasi aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap KH. Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang turut disinggung dalam tayangan tersebut.

"Trans 7 sudah melewati batas. Ini bukan kritik, ini penghinaan. Kami akan terus melakukan aksi damai dan mengimbau seluruh umat Islam untuk memboikot Trans 7 hingga mereka meminta maaf secara terbuka dan menghentikan narasi yang merusak citra pesantren," tegas Sururi.

Aksi ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus mengawal proses hukum serta menjaga kehormatan pesantren di seluruh Indonesia.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita