Kamis, 16/10/2025, 17:56:59
Peredaran Obat Terlarang di 'Warung Aceh' Resahkan Warga Brebes
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Peredaran obat-obatan terlarang yang diduga marak dilakukan melalui tempat-tempat yang dikenal dengan sebutan ‘warung Aceh’ mulai meresahkan masyarakat Kabupaten Brebes. 

Tempat-tempat ini diduga menjadi lokasi transaksi obat keras berbahaya (OKB) tanpa izin resmi, bahkan melibatkan anak muda sebagai konsumen utama.

Fenomena ini disoroti langsung oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum saat peluncuran Kampung Tangguh Bersih Narkoba di Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang, Rabu (15/10/2025).

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melalui Plt. Asisten III Setda Brebes, Untung Rizaludin, dalam sambutannya, mengungkapkan keprihatinan atas maraknya penyalahgunaan obat terlarang di tempat-tempat yang tidak semestinya.

“Peredaran obat-obatan terlarang yang dilakukan di warung-warung, yang dikenal masyarakat dengan sebutan ‘warung Aceh’, sudah sangat meresahkan. Ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda,” tegas Untung.

Menurutnya, lokasi seperti itu kerap luput dari pantauan masyarakat karena berkedok warung makan atau tempat nongkrong biasa. Namun di balik itu, disinyalir terjadi transaksi ilegal obat keras seperti tramadol, eximer, hingga pil koplo.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi titik peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, termasuk warung-warung yang tidak memiliki izin usaha jelas.

“Kami tidak akan tinggal diam. Selain penindakan, kami juga menggandeng masyarakat lewat program Kampung Tangguh Bersih Narkoba agar ikut mengawasi lingkungan sekitar mereka,” ujar Lilik.

Ia menambahkan, peredaran obat-obatan ilegal tidak hanya dilakukan oleh jaringan besar, tetapi juga individu atau kelompok kecil yang menyasar anak-anak muda, termasuk pelajar.

Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Polres dan Kodim 0713/Brebes juga mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi di sekolah dan lingkungan masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan razia. Yang lebih penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa narkoba dan obat terlarang itu menghancurkan masa depan,” kata Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto.

Program Kampung Tangguh Bersih Narkoba diharapkan menjadi benteng sosial pertama untuk mencegah dan mendeteksi dini aktivitas mencurigakan di lingkungan warga.

Aparat mengimbau agar masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan penjualan obat keras tanpa resep.

“Partisipasi warga sangat penting. Jangan takut melapor, identitas pelapor akan kami lindungi,” tambah Kapolres.

Sejumlah warga Desa Buaran yang hadir dalam acara tersebut mengaku menyambut baik program ini. 

Mereka berharap pemerintah lebih aktif melakukan razia di lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi pusat peredaran obat ilegal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita